Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Nizam. Zoom.
Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Nizam. Zoom.

Program Kampus Mengajar Angkatan 1 Selesai, Mahasiswa Kembali ke Kampus

Pendidikan Kampus Merdeka Merdeka Belajar Perguruan Tinggi
Arga sumantri • 25 Juni 2021 10:57
Jakarta: Program Kampus Mengajar angkatan pertama dinyatakan selesai. Mahasiswa yang melakukan praktik mengajar langsung di sejumlah SD pun ditarik kembali ke kampus. 
 
Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nizam mengapresiasi kerja keras dan perjuangan para mahasiswa peserta Kampus Mengajar angkatan pertama.
 
"Semoga program ini membawa transformasi bagi adik-adik sekalian untuk menjadi lebih baik," kata Nizam dalam Penarikan Mahasiswa Program Kampus Mengajar Angkatan 1, Jumat, 25 Juni 2021. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nizam meyakini para mahasiswa akan memiliki banyak pengalaman emosionalnya, sosialnya, psikologis, intelektualitas, dan kreativitas. Khususnya, ketika menghadapi berbagai kendala dalam melaksanakan program Kampus Mengajar di sekolah masing-masing.
 
"Semoga program ini membawa transformasi bagi adik-adik sekalian untuk menjadi lebih baik, lebih terbangun passion nya bagi yang ingin jadi guru dan mengetahui tantangan guru-guru kita yang luar biasa sekali di pelosok negeri," papar Nizam. 
 
Baca: DPR-Kemendikbudristek Buka Kesempatan Mahasiswa Magang di Rumah Rakyat
 
Menurut Nizam, program ini tidak hanya bermanfaat bagi para mahasiswa, namun juga siswa dan guru di sekolah. Nizam berharap pengalaman para mahasiswa bisa ditulis, dibukukan, dan diterbitkan. 
 
"Kita kompilasi dan kita buat lomba essay pengalaman menarik melalui program Kampus Mengajar," ujarnya.
 
Sementara itu, Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Jumeri mengungkapkan, program ini merupakan kolaborasi yang baik antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan, khususnya di tingkat sekolah dasar. Ia mengatakan, para mahasiswa peserta Kampus Mengajar sangat menginspirasi para siswa.
 
"Mahasiswa memberi motivasi agar kelak mereka menjadi mahasiswa juga, agar nanti kemudian menjadi guru, dosen, ahli hukum dan sebagainya. Ini motivasi para siswa agar terus menimba ilmu," ujar Jumeri.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif