Logo Kampus Merdeka. Foto:  Dok. Kemendikbud
Logo Kampus Merdeka. Foto: Dok. Kemendikbud

Kemendikbud Luncurkan Logo Kampus Merdeka

Pendidikan Kampus Merdeka Merdeka Belajar
Ilham Pratama Putra • 14 September 2020 11:58
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan logo program Kampus Merdeka. Program ini merupakan turunan dari program utama Kemendikbud, yakni Merdeka Belajar.
 
Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti), Nizam mengatakan, jika peluncuruan logo ini merupakan wujud dari semangat implementasi Kampus Merdeka. Menurut Nizam, Kampus Merdeka dapat menjadi alat untuk menjebol tembok keilmuan.
 
"Semangat untuk memerdekakan ruang keilmuan yang tidak berbatas. Kita harus menjebol tembok keilmuan, inilah semangat dari Kampus Merdeka," ujar Nizam dalam Peluncuran logo Kampus Merdeka yang digelar secara virtual, Senin, 14 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pendidikan yang tidak terbatas ini sekaligus untuk menjawab tantangan di masa pandemi virus korona (covid-19) maupun di masa depan. Ragam ilmu mesti dipelajari karena masa depan dipenuhi ketidakpastian.
 
"Permasalahan yang semakin kompleks membutuhkan kolaborasi, inovasi, interaksi antarprogram studi, antarkampus, dan interaksi kampus dengan dunia nyata, dunia kerja. Jadi kita harus memerdekakan ruang sempit, dan tembok antarprogram studi," terang Nizam.
 
Baca juga:Nadiem: UT Dapat Jadi Contoh Konsep Kampus Merdeka
 
Menurutnya, dengan robohnya batasan keilmuan, lewat kemerdekaan belajar, manusia bisa lebih siap menghadapi masa depan. Dia menyebut rancangan dan kompetensi masa depan ada di tangan kita sendiri dan tidak harus melulu mengikuti keadaan.
 
"Cara terbaik menghadapi masa depan adalah dengan menciptakan hari esok. menciptakan masa depan, gimana caranya? dengan cara membuka dunia kampus dengan dunia kerja dengan dunia nyata dan itu kita kawinkan," jelas dia.
 
Nizam menyebut inilah semangat Kampus Merdeka yang sebetulnya sudah digaris bawahi Bapak Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara. Tujuan pendidikan tak sekadar memberikan ilmu tapi menciptakan manusia berdikari, mandiri, tidak bergantung pada orang lain dan mampu merancang hari besok.
 
"Sangat sederhana tapi bermakna. bagaimana kita menyiapkan insan merdeka. Semoga kampus menjadi mata air bagi industri, bagi pembangunan lapangan kerja, bagi masyarakat, bagi pembangunan sosial, dan mata air bagi bangsa," pungkas Nizam.

 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif