NEWSTICKER
Mendikbud, Nadiem Makarim. Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan
Mendikbud, Nadiem Makarim. Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan

Kampus Merdeka

Nadiem Minta Startup Buka Lowongan Magang Mahasiswa

Pendidikan Pendidikan Tinggi Kebijakan pendidikan Kampus Merdeka
Antara • 27 Februari 2020 18:14
Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim mengajak perusahaan rintisan (startup) untuk memanfaatkan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Kampus Merdeka. Program ini diyakini dapat bermanfaat untuk mencari talenta digital yang dibutuhkan startup dari perguruan tinggi.
 
"Masalah yang dihadapi startup, developer(pengembang) sekarang adalah kesulitan menemukan orang (talenta digital)," kata Nadiem saat acara Bincang-bincang di Microsoft Digital Economy Summit DevCon, di Jakarta, Kamis, 27 Februari 2020.
 
Untuk mengatasi hal tersebut, pendiri decacorn Gojek ini, meminta para perusahaan rintisan dengan tim pengembang digital yang kuat untuk memasukkan program magang mereka ke Kemendikbud.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jika disetujui kementerian, lowongan tersebut bisa diinformasikan ke berbagai perguruan tinggi. Awal tahun ini, Kemendikbud mengumumkan kebijakan pendidikan untuk perguruan tinggi bernama Kampus Merdeka, bagian dari program Merdeka Belajar.
 
Pada kebijakan tersebut, mahasiswa diberikan kesempatan selama tiga semester untuk mengambil Satuan Kredit Semester (SKS) di program studi lain dan mencari pengalaman di luar kampus.
 
Kegiatan di luar kampus tersebut bisa berupa magang di perusahaan. Nadiem mengibaratkan, kegiatan belajar di kampus seperti berenang, mahasiswa tidak bisa hanya berenang di kolam renang, sementara, pada kemudian hari mereka harus menghadapi laut.
 
Memberikan kesempatan para mahasiswa untuk magang dan terlibat berbagai proyek diyakini bisa membantu menciptakan generasi yang inovatif, kolaboratif dan memiliki karakter yang kuat. Ketika ditanya apa saja kebijakan dari kementerian untuk mendukung para developer, pengembang teknologi, Nadiem justru meminta mereka untuk membantu program-program pemerintah.
 
Nadiem juga mengajak para pengembang untuk kembali mengajar di almamater mereka. "Tolong, ayo, kita mengajar. Balik ke kampus," kata Nadiem.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif