Menristekdikti: Kampus Harus Tegas Tolak Radikalisme
Menristekdikti, Mohamad Nasir Nasir di Gedung Mahligai Agung, Universitas Bandar Lampung, Lampung. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Lampung:Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir meminta perguruan tinggi tegas dalam menolak berkembangnya paham radikalisme. Hal itu menyusul insiden bom bunuh diri di sejumlah lokasi di Surabaya pada Minggu dan Senin, 13-14 Mei 2018.

"Saya ingin kampus menjadi pintu utama menangkal radikalisme, kampus harus menjadi pusat ilmu pengetahuan. Kampus harus menolak radikalisme dan intoleransi," kata Nasir di Gedung Mahligai Agung, Universitas Bandar Lampung, Lampung, Senin, 14 Mei 2018.


Ia juga menegaskan, peristiwa bom bunuh diri di Surabaya itu tidak ada sama sekali hubungannya dengan agama. Maka itu, ia meminta Bangsa Indonesia tidak terpecah belah.

Menurutnya, kampus harus menjadi pemersatu bangsa dan menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pemersatu itu, kata dia, dengan menjaga empat pilar bangsa.

"Satu, tegakkan kesatuan Republik Indonesia. Kedua adalah UUD 1945 sebagai dasar negara dan  pancasila sebagai ideologi negara semboyan bhinneka tunggal ika," terang mantan Rektor terpilih Universitas Diponegoro (Undip)

Selain itu, dengan adanya tragedi terorisme di Surabaya, Nasir berharap ada rasa empati dari lingkungan perguruan tinggi. "Sebelumnya saya juga menyampaikan kepada para rektor, bahwa pimpinan perguruan tinggi dan adik mahasiwa kita harus punya rasa empati dan rasa yang mendalam tentang tragedi bom di Surabaya," ungkapnya.

Sementara itu, jika ada kampus yang terindikasi intoleransi, lanjut Nasir, ia ingin segera diselesaikan. Nasir tegas menginginkan lingkungan perguruan tinggi bersih dari radikalisme dan intoleransi.

"Untuk itu para rektor, saya mohon izin kalau ada kampus yang berindikasi  adanya intoleransi tolong segera diselesaikan dengan baik, ajak bersama bergabung bersama untuk memajukan pendidikan tinggi Indonesia," ujarnya.


 



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id