Ilustrasi. Foto: MI/Gino Hadi
Ilustrasi. Foto: MI/Gino Hadi

FSGI: 85% Guru Keluhkan Subsidi Kuota Umum 5GB Tidak Cukup

Pendidikan Virus Korona Pembelajaran Daring Subsidi Kuota
Ilham Pratama Putra • 28 September 2020 10:00
Jakarta: Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) melakukan survei tentang kebutuhan kuota dalam Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Survei dilakukan dalam rentang waktu 24-26 September 2020 terhadap 2.074 responden yang berasal dari guru, siswa dan, orang tua.
 
Survei tersebut diisi oleh 13,8 persen responden yang merupakan guru, untuk siswa sebanyak 43,6 persen, dan orangtua 42,6 persen. Ketiganya diberikan pertanyaan apakah kuota umum dalam subsidi kuota yang hanya 5 GB (gigabyte) akan cukup untuk menunjang PJJ.
 
Pada kalangan guru, hanya 15 persen guru yang menyatakan kuota umum 5GB tersebut cukup. Sisanya, sebanyak 85 persen guru menyatakan kuota umum tersebut tidak memenuhi kebutuhan PJJ.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hanya 15 persen guru yang menyatakan cukup dengan Kuota Umum 5GB. Sementara sisanya sekitar 85 persen yang 5GB itu tidak cukup,” ujar Wasekjen FSGI, Fahriza Tanjung dalam Rilis Survei Bantuan Kuota Internet dan Dukung Penyederhaan Kurikulum 2013 secara virtual, Minggu 27 September 2020.
 
Baca juga:KPAI: Pelajar dan Orang Tua Minta Kuota Umum Ditambah
 
Pada kalangan siswa, hanya 21,7 persen responden yang mengaku cukup dengan kuota umum 5GB. Sebanyak 79,3 persen beranggapan kuota tersebut kurang, karena aplikasi yang biasa mereka gunakan untuk belajar tidak terfasilitasi oleh subsidi.
 
"Siswa sebanyak 21,7 persen menyatakan bahwa kebiasaan belajar siswa ini cukup dengan kuota 5GB, itu sudah sesuai dengan kegiatan belajar mereka. Tapi sisanya sekitar 79,3 persen itu ternyata tidak cukup dengan kuota umum 5GB dari total kuota 35GB," terang Fahriza.
 
Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan kuota umum dan belajar belum dihitung secara baik oleh Kemendikbud. Begitu pula kebutuhan kuota tidak bisa disamaratakan karena metode pembelajaran setiap satuan pendidikan juga berbeda-beda.
 
"Kebutuhan masing-masing itu berbeda-beda, tidak bisa disamaratakan karena memang metode pembelajaran juga berbeda-beda disesuaikan kondisinya masing-masing," pungkas dia.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif