Mendikbud, Nadiem Makarim. Foto: Instagram
Mendikbud, Nadiem Makarim. Foto: Instagram

Hari Batik Nasional 2020

Nadiem: Batik Tak Sekadar Selembar Kain Bermotif

Pendidikan kebudayaan hari batik Nadiem Makarim
Citra Larasati • 02 Oktober 2020 22:29
Jakarta: Memperingati hari Batik Nasional 2020, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim tidak hanya menyampaikan pesan tentang sebuah hari bersejarah penetapan batik sebagaiwarisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi oleh UNESCO.Lebih dari itu, masyarakat diingatkan kembali akan makna-makna yang mendalam dari batik bagi bangsa Indonesia.
 
Nadiem mengatakan, bahwa batik bukan hanya sekadar selembar kain bermotif, bukan hanya buah karya dan hasil ketekunan tapi mengandung makna filosofis kehidupan rakyat indonesia di dalamnya. "Mulai dari lahir hingga kembali kehadirat Tuhannya. Mulai dari pengaruh alam sekitar hingga pengaruh zaman," kata Nadiem dalam siaran videonya tentang Peringatan Hari Batik Nasional 2020, Jumat, 2 Oktonber 2020.
 
Nadiem mengingatkan, batik diturunkan dari generasi ke generasi. Melalui pemaknaan, simbol, warna, dan corak kehidupan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Warisan budayaini, kata Nadiem, telah menuangkan kreativitas dan spiritualitas masyarakat Indonesia yang tidak lekang oleh waktu. Untuk itu menurutnya, sudah sepatutnya bangsa Indonesia menjaga warisan budaya ini.
 
Begitu juga di hari ini, di setiap tanggal 20 Oktober pada setiap tahunnya, patut diingat sebagai sebuah keberhasilan dari ikhtiar bersama. "Sebelastahun yang lalu upaya bersama pelestarian dan diplomasi budaya telah membuahkan hasil, UNESCO menetapkan batik masuk dalam daftar warisan budaya tak benda untuk kemanusiaan," terangnya.
 
Baca juga:Hari Batik Nasional 2 Oktober, Begini Sejarah Penetapannya
 
Hal ini menurut Nadiem, merupakan suatu hal yang luar biasa. Sebab warisan milik bersama ini juga menjadi katalis kemanusiaan. Kemanusiaan, kata Nadiem, selalu menjadi yang utama dalam pembangunan manusia.
 
Landasan pembangunan SDM pun haruslah berupa pendekatan kemajuan budaya yang sifatnya tidak hanya mewariskan budaya tradisi, tetapi juga menghidupkan interaksi antarbudaya untuk memperkaya keberagaman.
 
"Tujuan kita sudah jelas, pemajuan kebudayaan yang menyejahterakan, mencerdaskan, dan
mendamaikan. Selamat Hari Batik Nasional untuk seluruh rakyat Indonesia," seru Nadiem.
 
Pada 2 Oktober 2009 UNESCO menetapkan batik sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi (Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity), berikut sejarahnya:
 
Batik didaftarkan pemerintah ke UNESCO dan berhasil masuk dalam daftar Warisan Budaya TakBenda dari Indonesia yang ditetapkan UNESCO pada 4 September 2008.
 
Kemudian pada 9 Januari 2009 UNESCO menerima pendaftaran tersebut secara resmi dan dilakukan pengujian tertutup pada 11-14 Mei 2009 oleh UNESCO di Paris.
 
Batik dianggap memenuhi tiga dari lima domain berdasarkan Konvensi Internasional Perlindungan Warisan Budaya TakBenda Manusia 2003
 
Adapun tiga poin tersebut adalah:

1. Tradisi dan eksresi lisan
2. Kebiasaan sosial dan adat istiadat masyarakat ritus dan perayaan-perayaan
3. Kemahiran kerajinan tradisional
 
Tepat 2 Oktober 2009, batik dikukuhkan di ruang sidang UNESCO yang bertempat di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab melalui sidang Intergovermental Committee for the Safeguard of the Intangible Cultural Heritage sebagai Warisan Budaya TakBenda milik Indonesia
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif