Sejumlah guru honorer melakukan unjuk rasa untuk menyampaikan aspirasinya, MI/Ramdani.
Sejumlah guru honorer melakukan unjuk rasa untuk menyampaikan aspirasinya, MI/Ramdani.

BPN: Prabowo-Sandi akan Angkat Isu Guru Honorer

Pendidikan debat capres cawapres debat capres
Antara • 17 Maret 2019 19:34
Jakarta: Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno akan mengangkat guru honorer dalam debat cawapres yang akan digelar Minggu, 17 Maret 2019 pukul 20.00 WIB.
 
Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno, Andre Rosiade ditemui di lokasi debat Hotel Sultan Jakarta, mengatakan Prabowo-Sandi akan mengangkat isu terkait 1,5 juta guru honorer apabila terpilih.
 
"Pak Jokowi gagal mengangkat guru honorer, kita akan pastikan mengangkat 1,5 juta guru K2, akan diangkat menjadi PNS secara bertahap," kata Andre dikutip dari Antara, Minggu, 17 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara apabila terdapat guru honorer yang tidak bisa atau belum bisa diangkat menjadi
aparatur sipil negara (ASN), akan menaikkan upahnya setara dengan UMR. "Yang kedua diberikan kesejahteraan karena gaji mereka yang sekarang Rp100 ribu, Rp200 ribu, Rp300 per bulan itu akan kita jadikan minimal sama dengan UMR," terang Dia.
 
Opsi Honorer
 
Sementara itu, pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla melalui Kemendikbud sejak beberapa waktu lalu memberikan kesempatan kepada 129.000 guru honorer kategori dua (K2) untuk mendaftar dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
 
"Tahun ini kita sudah berikan kesempatan kepada guru honorer K2. Akan tetapi kesempatan ini tidak sepenuhnya diambil para guru honorer," kata ?Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Suprianousai kegiatan Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan di Serang, Banten.
 
Supriano menjelaskan, pemerintah sudah memberikan beberapa opsi dalam penyelesaian masalah guru honorer K2 itu. Pertama, bagi honorer yang berusia maksimal 35 tahun bisa mengikuti CPNS. Sementara guru honorer yang usianya di atas 35 tahun, bisa mengikuti seleksi PPPK.
 
Supriano menargetkan pada 2023 masalah guru honorer sudah tuntas. Bagi yang belum ikut tes PPPK, diberikan kesempatan hingga 2023 mendatang. Sementara, bagi yang tidak lulus PPPK, tetap diberikan kesempatan bekerja sebagai honorer. Namun, gajinya harus sesuai setara upah minimum regional (UMR) yang diberikan oleh pemerintah daerah.
 
"Kami meminta agar honorer yang tidak lulus PPPK jangan diberhentikan, karena sudah mengabdi sejak lama dan patut dihargai apa yang sudah mereka berikan kepada dunia
pendidikan," harap dia.
 
Masalah pendidikan merupakan salah satu bahan debat terakhir pasangan calon presiden dan wakil presiden pada 17 Maret 2019 Pemilihan Presiden 2019 diikuti dua pasangan calon presiden dan wakil presiden, yakni pasangan nomor urut 01 Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin, serta pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi