Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin (tengah) saat menjadi narasumber di acara diskusi Sapa dan Ngopi, Kemenag/Humas.
Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin (tengah) saat menjadi narasumber di acara diskusi Sapa dan Ngopi, Kemenag/Humas.

Menag Dorong Guru Agama K2 Manfaatkan PPPK Tahun Ini

Pendidikan Guru Honorer
Intan Yunelia • 14 Januari 2019 07:34
Jakarta:Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin mendorong guru dan penyuluh agama mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Proses seleksi PPPK dibuka akhir Januari 2019 ini.
 
"PPPK ini merupakan salah satu solusi pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga honorer. Prioritasnya untuk tahun ini adalah untuk tenaga honorer K2," kata Lukman, Jakarta, Senin 14 Januari 2019.
 
Lukman berharap guru dan tenaga penyuluh agama dan kesehatan K2 memanfaatkan peluang mengikuti seleksi PPPK. Tak kurang saat ini Kementerian Agama mengajukan kuota agar 20 ribu K2 mengikuti seleksi PPPK.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemenag, Suyitno mengatakan seleksi PPPK 2019 terbagi dalam tiga formasi jabatan. Yaitu jabatan guru, tenaga kesehatan dan penyuluh.
 
"Untuk Kemenag, kita hanya memiliki dua kelompok, yakni guru dan penyuluh. Kami berharap, peluang ini dapat dimanfaatkan oleh teman-teman honorer K2," ujar Suyitno.
 
Menurut Suyitno, ada beberapa keuntungan terbitnya PPPK ini. Pertama tenaga honorer yang berusia maksimal 59 tahun bisa mengikuti PPPK ini. Berbeda dengan seleksi CPNS maksimal berumur 35 tahun.
 
"Artinya, bagi tenaga honorer K2 yang berusia lebih dari 35 tahun hingga 59 tahun, masih bisa mendaftar untuk menjadi PPPK. Walaupun bagi yang berusia 59 tahun artinya hanya satu tahun menjadi PPPK," terangnya.
 
Baca:Pemerintah Diminta Jamin Nasib Guru Honorer
 
Selain itu keuntungan PPPK ini mereka akan mendapatkan fasilitas yang hampir serupa dengan PNS di luar pensiun. "Mereka akan memperoleh gaji dan tunjangan yang sama dengan PNS sesuai dengan golongannya. Bedanya, mereka tidak memperoleh pensiun saja," paparnya.
 
Kementerian Agama telah mengajukan kebutuhan tenaga PPPK sebanyak 20ribu orang. Itu termasuk tenaga guru dan penyuluh.
 
"Kami berharap kuota itu bisa diperoleh Kemenag di tahun 2019. Karena penetapan kuota jumlah PPPK yang bisa diterima, itu menjadi kewenangan Kemenpan RB,” pungkas Suyitno.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif