Kepala BKPDM Toni Toharudin. Foto: Ilham Pratama/Medcom.id
Kepala BKPDM Toni Toharudin. Foto: Ilham Pratama/Medcom.id

Pembaruan Buku Pelajaran SD-SMA Dilakukan Tanpa Ganti Kurikulum

Ilham Pratama Putra • 12 Agustus 2026 11:26
Ringkasnya gini..
  • Buku pelajaran dapat diperbarui tanpa mengubah kurikulum.
  • Kemendikdasmen menyebut buku adalah perangkat pembelajaran.
  • Evaluasi mencakup substansi, desain, dan keterbacaan buku.
Jakarta: Pembaruan buku pelajaran dapat dilakukan tanpa harus menunggu perubahan kurikulum. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan buku ajar dapat terus diperbaiki meski kurikulum yang berlaku tetap sama. 
 
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen Toni Toharudin mengatakan anggapan bahwa buku hanya berubah ketika kurikulum berganti tidak sepenuhnya tepat. Menurut dia, kurikulum berfungsi sebagai kerangka yang memuat kompetensi dan arah pembelajaran, sedangkan buku merupakan perangkat yang menerjemahkan kerangka tersebut ke dalam proses belajar mengajar.
 
"Pembaruan buku saya kira tidak harus selalu didahului oleh perubahan kurikulum. Kurikulum memberikan kerangka mengenai kompetensi dan arah pembelajaran yang harus dicapai, sedangkan buku merupakan salah satu perangkat untuk menerjemahkan kerangka tersebut ke dalam proses pembelajaran," kata Toni kepada Medcom.id, Rabu, 12 Agustus 2026.
 
Baca juga: Gak Cuma Bagi-Bagi Buku! Rerie Tekankan Pentingnya Gerakan Penguatan Minat Baca  

Karena itu, lanjut dia, selama kurikulum yang berlaku masih relevan, buku pelajaran tetap dapat dievaluasi dan disempurnakan. Agar buku yang dimiliki murid lebih sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan perkembangan dunia pendidikan.

"Jadi, dalam kurikulum yang sedang berlaku, buku tetap dapat dievaluasi, diperbaiki, dan diperbarui," ujarnya.
 
Penjelasan tersebut menjawab pertanyaan yang mengemuka setelah Presiden Prabowo Subianto meminta evaluasi menyeluruh terhadap buku pelajaran SD hingga SMA. Banyak pihak mempertanyakan apakah pembaruan buku akan diikuti perubahan kurikulum.
 
Toni memastikan tidak ada hubungan yang bersifat mutlak antara keduanya. Menurut dia, pembaruan buku kali ini difokuskan pada penguatan kualitas materi sekaligus penyempurnaan penyajiannya agar lebih efektif mendukung proses belajar.
 
"Selama penyempurnaan dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, pembaruan buku dapat dilakukan," lanjut Toni. 
 
Ia menjelaskan, Kemendikdasmen saat ini tengah menyelesaikan proses pembaruan buku yang telah berjalan sekitar setengah dari keseluruhan tahapan. Proses tersebut meliputi evaluasi terhadap buku yang digunakan saat ini, identifikasi bagian yang perlu diperkuat, penyempurnaan substansi, penelaahan, hingga pengendalian mutu.
 
Pembaruan tidak hanya menyasar isi buku, tetapi juga menyesuaikan materi agar lebih kontekstual dan mendukung kebijakan pendidikan nasional. Pemerintah juga memperkuat muatan literasi, numerasi, sains, pendidikan karakter, serta pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning).
 
"Ini bukan sekadar mengganti buku, tetapi melakukan penyesuaian dan penguatan substansi agar isi buku benar-benar relevan dengan arah kebijakan pendidikan ke depan," kata Toni.
 
Selain substansi, Kemendikdasmen juga mengevaluasi aspek fisik dan penyajian buku. Langkah tersebut dilakukan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo yang menyoroti ukuran huruf, kualitas cetak, dan kenyamanan membaca buku pelajaran.
 
"Arahan Bapak Presiden terkait aspek keterbacaan, termasuk ukuran huruf, tentu menjadi perhatian kami. Buku pelajaran harus nyaman dibaca dan sesuai dengan karakteristik serta jenjang usia peserta didik," ujarnya.
 
Baca juga: Kemendikdasmen Dobrak Darurat Literasi! 5,5 Juta Buku Meluncur ke Puluhan Ribu Sekolah  

Menurut Toni, evaluasi juga mencakup ilustrasi, tata letak, desain, hingga kualitas penyajian agar buku lebih ramah bagi siswa di setiap jenjang pendidikan. Dalam proses penyusunannya, BKPDM menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Sekretariat Negara, serta para pakar perbukuan untuk memastikan mutu akademik maupun kualitas penyajian buku.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan