Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair) Alya Muna Zuhra. DOK Unair
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair) Alya Muna Zuhra. DOK Unair

Cerita Alya Tembus Beasiswa IISMA dan Studi di Kota Teraman Dunia

Pendidikan pendidikan Beasiswa UNAIR IISMA Pertukaran Mahasiswa
Renatha Swasty • 10 Mei 2022 15:42
Jakarta: Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair) Alya Muna Zuhra tak menyangka bisa lolos seleksi beasiswa Indonesia International Student Mobility Awards (IISMA). Sebab, dia mesti menyiapkan seluruh persyaratan di waktu minim.
 
“Hasil english test keluar di hari terakhir penutupan pendaftaran, begitu juga dengan university recommendation letter. Dengan modal nekat, akhirnya aku submit semua dokumen,” cerita Alya dikutip dari laman unair.ac.id, Selasa, 10 Mei 2022.
 
Selama masa penantian pengumuman, Alya fokus mengerjakan tugas praktik. Pengumuman sempat diundur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Alya bisa tidur tenang setelah salah satu dosen Komunikasi Unair, Dina, memberi kabar Alya diterima di Abu Dhabi University. “Saat itu, badan saya dingin banget. Excited. Senang campur aduk nangis, tapi ketawa. I feel so grateful for it,” kata dia.
 
Mahasiswa asal Semarang itu bercerita UAE merupakan negara yang sangat global. Warga asli Emirates justru hanya sekitar 20 persen, sedangkan sisanya datang dari berbagai belahan dunia.
 
“Rasanya kagum saja melihat orang dari berbagai ethnicity and learn about this whole global culture and different ways of living,” tutur dia.
 
Teman-teman Alya di bangku kuliah Abu Dhabi University juga berasal dari berbagai negara. Seperti Pakistan, India, Algeria, Morocco, Palestine, Saudi, Egypt, Syria, dan Lebanon.
 
It feels great to be in such a global environment,” kata dia.
 
Alya bercerita UAE merupakan negara bersih dan wangi. Semua tempat di UAE, termasuk  mal dan fasilitas umum wangi dan bersih. Dia mengakut jarang ditemukan polusi udara di UAE.
 
Sedangkan di Abu Dhabi, lingkungannya lebih muslim friendly ketimbang Dubai. Orang-orang Dubai menggunakan pakaian sopan dan sangat perhatian terhadap orang lain.
 
“Yang paling aku suka di sini adalah ladies first and always,” tutur dia.
 
Dia bercerita saat naik bus, pintu untuk penumpang laki-laki dan perempuan terpisah. Penumpang perempuan berada di depan, sedangkan laki-laki di kursi belakang. Selain itu, Alya merasa sangat nyaman karena masyarakatnya tertib aturan.
 
Masyarakat Abu Dhabi menerapkan gaya hidup islami. Laki-laki sangat menjaga jarak, pandangan, dan perkataan terhadap lawan jenis.
 
“Aku dan teman-teman, tidak pernah sekalipun mendapatkan cat call ataupun merasa takut. Mungkin itu rahasianya Abu Dhabi bisa jadi the safest city in the world enam tahun berturut-turut,” tutur dia.
 
Baca: Ditutup 5 Hari Lagi, Simak Syarat, Cara Daftar, dan Jadwal IISMA Vokasi 2022
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif