Kampus IPB. Foto: IPB/Humas
Kampus IPB. Foto: IPB/Humas

Rektor Luncurkan Program Sociopreneur of IPB University 2022

Citra Larasati • 18 Mei 2022 15:10
Jakarta:  Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB University), Arif Satria meluncurkan program Sociopreneur of IPB University 2022.  Program ini bertujuan untuk mendukung dan meningkatkan minat mahasiswa IPB terhadap kegiatan wirausaha.
 
Program ini berupa pelatihan, pendanaan pengembangan usaha, coaching dan mentoring, serta hasilnya dapat dikonversi menjadi satuan kredit semester (SKS). 
 
"Program tersebut didesain untuk meningkatkan kemampuan kewirausahaan mahasiswa dalam mengidentifikasi, merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan bisnis, baik yang dilakukan secara mandiri atau  mengikuti program kewirausahaan yang ditawarkan berbagai institusi,” kata Asisten Direktur Pengembangan Karier dan Kewirausahaan, Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Karier (Ditmawa PK) IPB, Handian Purwawangsa, Rabu, 18 Mei 2022. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, lanjutnya, mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan untuk mendesain produk atau jasa yang inovatif dan mampu membangun jejaring dan kerja sama bisnis yang berkelanjutan.  Dalam sambutannya, Arif mengatakan bahwa sociopreneurship merupakan sebuah tren yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk mengatasi berbagai persoalan di pedesaan. Salah satu program sociopreneurship yang dikembangkan oleh IPB University adalah One Village One CEO (OVOC).
 
“Ini merupakan program untuk mendorong mahasiswa IPB University. Para mahasiswa diminta untuk ke desa, konsolidasi dengan para BUMDes (Badan Usaha Milik Desa). Para mahasiswa ini juga melakukan pendampingan teknologi, karena teknologi membuka akses pasar. Kemudian  bisa memasukkan produk-produk masyarakat ke pasar modern,” jelasnya.
 
Menurut Arif, hadirnya program sociopreneurship yang memberikan dampak terhadap masyarakat dapat membangun optimisme masyarakat desa. Menurutnya, perguruan tinggi melalui mahasiswa menjadi sumber inspirasi dan masyarakat menjadi semakin percaya diri untuk bergerak ke depan.
 
Dalam praktiknya, kata Arif, sociopreneurship membutuhkan dua hal. Yakni jiwa sosial dan kewirausahaan.
 
“Jadi, semangat pengabdian yang ada ini harus didorong, semangat kewirausahaan juga harus didorong,” ujar Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) ini.
 
Baca juga:  Ketentuan UTBK-SBMPTN 2022 di IPB University
 
Ia yakin bahwa adanya program sociopreneurship akan menghadirkan mahasiswa-mahasiswa IPB University di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Mahasiswa IPB University hadir untuk menyelesaikan berbagai persoalan dengan model-model  bisnis yang dikembangkan untuk kepentingan sosial.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif