Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Dosen Unesa Pelaku Pelecehan Mahasiswi Hanya Dinonaktifkan Setahun

Pendidikan pelecehan seksual Perguruan Tinggi kekerasan seksual Pelecehan Seksual di Kampus
Antara • 18 Januari 2022 21:01
Surabaya: Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menonaktifkan dosen berinisial H selama setahun karena diduga melakukan kekerasan seksual terhadap mahasiswi. Unesa juga menunda kenaikan pangkat dan jabatan selama dua tahun terhadap H.
 
Kepala UPT Humas Unesa Vinda Maya Setianingrum menyatakan tindakan tersebut didasarkan pada Keputusan Rektor Nomor 304/UN38/HK/KP/2016 tentang Kode Etik Dosen Universitas Negeri Surabaya.
 
"Dasar pertimbangan pengambilan keputusan ini ditetapkan setelah seluruh data terkumpul. Selanjutnya, rekomendasi sanksi diteruskan sesuai dengan prosedur yang berlaku," ujar Vinda di Surabaya, Selasa, 18 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengatakan, sanksi ini merupakan hasil rapat antara Senat Komisi Etik, pimpinan dan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS). Unesa juga telah memiliki layanan psikologi dan advokasi hukum yang dapat dimanfaatkan untuk pendampingan korban.
 
"Ini semua sifatnya opsional, tentunya tim PPKS Unesa juga akan menawarkan penggunaan layanan ini untuk penyintas," ucap Vinda.
 
Mengenai terduga pelaku kasus pelecehan seksual lain, saat ini tim Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Unesa sedang dalam proses melakukan investigasi dengan mengumpulkan laporan yang masuk melalui Hotline Satgas PPKS Unesa. Unesa juga memanggil dan menginvestigasi serupa kepada terduga pelaku.
 
Baca: KPAI Minta 13 Korban Pemerkosaan Herry Wirawan Dapat Rehabilitasi
 
Sesuai dengan amanat Permendikbudristek Nomor 30 tahun 2021, tim Satgas PPKS akan melakukan penanganan kekerasan seksual. Kemudian, akan fokus melakukan program pencegahan kekerasan seksual. Pihaknya juga mengucapkan terima kasih atas partisipasi berbagai pihak dalam pengusutan kasus ini.
 
"Khususnya pada para penyintas yang telah berani untuk berbagi cerita. Ini menjadi momentum untuk perbaikan lembaga," tutur Vinda.
 
Kasus yang melibatkan dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Unesa tersebut terkuak setelah digaungkan oleh akun Instagram anonim, @dear_unesacatcallers.
 
Akun tersebut pada mengunggah kronologi kasus dugaan kekerasan seksual yang awalnya dilaporkan oleh mahasiswa berinisial A. Awalnya, dosen berinisial H menjadi dosen pembimbing skripsi bagi korban A pada awal 2020.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif