Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko. Medcom.id/Ilham Pratama Putra
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko. Medcom.id/Ilham Pratama Putra

BRIN Disebut Tak Dikembangkan Sebagai Lembaga Eksklusif

Pendidikan penelitian Riset dan Penelitian BRIN
Ilham Pratama Putra • 28 April 2022 15:38
Jakarta: Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko mengatakan BRIN mesti mampu mengakomodir kebutuhan riset di Tanah Air. BRIN harus responsif terhadap pemberian fasilitas riset.
 
Handoko menyebut BRIN tak boleh hanya dekat dengan akademisi. BRIN juga mesti dekat dengan kalangan industri, periset, komunitas, maupun individu.
 
"Karena BRIN tidak dikembangkan sebagai lembaga riset yang terpusat dan eksklusif," ujar Handoko secara daring, Kamis, 28 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Handoko menuturkan BRIN merupakan entitas yang menaungi berbagai kebutuhan periset dan komunitas di seluruh Indonesia. Hal itu berguna untuk mengoptimalisasi kapasistas riset dan inovasi di Tanah Air.
 
"Jangan kita kehilangan kemampuan dan kapasitas mempuni dari masyarakat, yang masyarakat miliki," kata Handoko.
 
Hadoko menuturkan kesan BRIN dekat dengan seluruh pihak mesti diperkuat. Salah satunya interaksi dengan masyarakat.
 
"BRIN harus mampu berinteraksi dengan seluruh lapisan masyarakat dengan pemangku kepentingan," kata dia.
 
Baca: Laksana Handoko: Seluruh Fasilitas Riset di BRIN untuk Kolaborasi Bersama
 
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif