Web Anti Konten Negatif. DOK UGM
Web Anti Konten Negatif. DOK UGM

Tangkal Konten Berbahaya, CfDS UGM Luncurkan Web Anti Konten Negatif

Pendidikan media sosial hoax UGM
Renatha Swasty • 25 April 2022 18:39
Jakarta: Center for Digital Society (CfDS) Universitas Gadjah Mada (UGM) meluncurkan situs web Anti Konten Negatif  https://antikontennegatif.id. Peluncuran sebagai upaya menangkal konten berbahaya di media sosial.
 
Peluncuran sebagai inisiatif bagian dari program #SocialMedia4Peace yang dijalankan CfDS dengan dukungan UNESCO dan Uni Eropa. Peneliti CfDS UGM Paska Darmawan menyebut melalui situs ini, masyarakat dapat melaporkan konten berbahaya yang ditemui di media sosial dan berbagi pengalaman terkait konten-konten berbahaya.
 
“Jadi, masyarakat bisa memanfaatkan keberadaan situs web ini dan bisa membagikan pada yang lain agar ini bisa menjadi panduan dan bermanfaat bagi banyak orang," ujar Paska dikutip dari laman ugm.ac.id, Senin, 25 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Peneliti senior CfDS UGM, Novi Kurnia, menjelaskan merujuk data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pada 2019, terdapat lebih dari 430 ribu laporan konten berbahaya. Meliputi konten pornografi, pencemaran nama baik, mis-informasi, dis-informasi, ujaran kebencian, dan lain-lain.
 
Novi menyebut masyarakat seringkali dihadapkan dengan kebingungan ketika ingin melaporkan konten berbahaya. Sebab, begitu beragam jenis konten dan mekanisme penanganan konten berbahaya yang diterapkan platform media sosial.
 
“Situs web Anti Konten Negatif juga menawarkan kemudahan bagi masyarakat dengan menyediakan informasi langkah-langkah pelaporan konten berbahaya di berbagai platform media sosial yang paling sering digunakan oleh masyarakat, seperti Facebook, Twitter, Tiktok, Instagram, YouTube, dan lain-lain," tutur dia.
 
Dia menekankan situs web Anti Konten Negatif bukan berfungsi sebagai pengganti mekanisme pelaporan konten yang telah tersedia di media sosial. Melainkan sebagai wujud kolaborasi bersama antar berbagai pemangku kepentingan untuk saling bekerja sama dan memberikan masukan perbaikan ekosistem digital.
 
Situs web tersebut merupakan bentuk tindak lanjut dari tinjauan legal CfDS terhadap kerangka hukum dan regulasi di Indonesia terkait penanganan konten ilegal dan berbahaya di ruang digital (online).
 
"Hasil kajian ini mengisyaratkan masih ada celah yang perlu diperbaiki untuk mencapai terciptanya ruang media sosial yang aman, baik dari segi platform media sosial, pemerintah, maupun LSM, dan kelompok akademia," papar dia.
 
Situs web Anti Konten Negatif ini diharapkan dapat menciptakan pemahaman lebih terhadap masyarakat tentang dinamika dan dampak dari penyebaran konten berbahaya di Indonesia. Novi menyebut situs web tersebut berkomitmen berperan sebagai salah satu bentuk upaya pembangunan dunia maya yang damai dan inklusif terhadap pengguna.
 
Peluncuran awal ini sekaligus diharapkan mampu menjaring masukan dari publik terkait kemudahan memanfaatkan platform dan pengembangan yang diperlukan ke depan. Peluncuran resminya akan dilakukan saat  Konferensi Koalisi Multistakeholder yang berlangsung pada Mei 2022. Program #SocialMedia4Peace tidak hanya berlangsung di Indonesia, tapi juga berlangsung di Kenya serta Boznia Herzegovina.
 
Baca: UGM Periksa Dosen yang Unggah Komentar Bernada Ujaran Kebencian
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif