Pertunjukan Wayang Beber di Mojokerto.  Foto:  Medcom.id/Muhammad SYahrul Ramadhan
Pertunjukan Wayang Beber di Mojokerto. Foto: Medcom.id/Muhammad SYahrul Ramadhan

Menghidupkan Kembali Lakon Wayang Beber di Atas Dluwang

Pendidikan kebudayaan
Muhammad Syahrul Ramadhan • 15 November 2019 20:17
Mojokerto: Komunitas Mahesa Sura asal Pacet, Mojokerto, Jawa Timur mencoba membudidayakan pohon Saeh, bahan bakudluwangyang biasadigunakan untu membuat Wayang Beber. Membuat wayang Beber menggunakan bahan kertas semakin langka, seiring dengan sulitnya menemukan pohon Saeh saat ini.
 
Dluwang sendiri berarti kertas tradisional yang dibuat dari serat-serat tanaman yang memiliki tekstur kasar. Lakon-lakon Wayang Beber biasa digambar di atasnya, media dluwang. Namun dalam perkembangannya di era kekinian, Wayang Beber lebih banyak ditemukan menggunakan media kain.
 
Begitu juga pagelaran Wayang Beber yang digelar Mahesa Sura, hari itu, Kamis, 14 November 2019, menggunakan kain. "Kita pakai kain. Kalau dulu bisa pakai dluwang. Cuma sekarangkansusah mencarinya. Untuk itu teman-teman Mahesa Sura mulai mengembangkan dan mulai menanam. Siapa tahu nanti jadi kertas (untuk media Wayang Beber), masih beberapa tahun lagi," kata Arif saat ditemui di Taman Ganjaran, Trawas, Mojokerto, Kamis, 14 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wayang Beber adalah seni wayang yang muncul dan berkembang di Jawa pada masa pra Islam dan masih berkembang di daerah daerah tertentu di Pulau Jawa. Dinamakan wayang Beber karena berupa lembaran-lembaran (beberan) yang dibentuk menjadi tokoh tokoh dalam cerita wayang baik Mahabharata maupun Ramayana.
 
Salah satu anggota Komunitas Mahesa Sura, Arif Setiawan menuturkan, saat ini komunitasnya tengah mengembangkan pohon Saeh. Sejak April 2019 mereka mencoba menanam 10 pohon Saehdi dusun Paras desa Kebang Belor, Kecamatan Pacet, Mojokerto, Jawa Timur.
 
Arif menyebut, bibit pohon mereka dapatkan dari Solo dan Yogyakarta. Namun saat ini, ia mengembangkan bibitnya sendiri. Pohon Saeh untuk siap diproduksi tidak butuh waktu lama. Hanya sekitar satu sampai dua tahun sudah bisa diproduksi.
 
"Bibit awalnya saya dapat dari teman di Yogyakarta dan Solo, sekarang kita coba kembangkan sendiri bibitnya. Kita fokus ke pembibitan," ujarnya.
 
Sebagai upaya membangkitkan kembali Wayang Beber Mahesa Sura menggelar Wayang Beber dalam acara Charita Majapahit Indonesiana. Mereka membawakan tiga cerita, Ande-Ande Lumut, Timun Mas, dan Babad Majapahit.
 
"Ini coba kita bangkitkan lagi karena saya tanya di sini Pacet terakhir dimainkan tahun 60. Makanya kita hidupkan lagi," ujar guru SMA Pacet ini.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif