Diskusi tentang Evaluasi Kemendikbud dengan World Bank di Gedung A Kemendikbud, Jakarta. Foto:  Medcom.id/Intan Yunelia
Diskusi tentang Evaluasi Kemendikbud dengan World Bank di Gedung A Kemendikbud, Jakarta. Foto: Medcom.id/Intan Yunelia

1.200 Instruktur Nasional Disebar Latih Guru Berbasis Zonasi

Pendidikan guru
Intan Yunelia • 19 November 2019 12:09
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mulai menyebar ribuan instruktur nasional ke masing-masing zonasi untuk melatih para guru tahun ini. Pelatihan tersebut dilakukan guna meningkatkan kompetensi dan kualitas guru, utamanya guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).
 
"Tahun ini kita melatih berdasarkan zona. Kita siapkan instruktur nasional 1.200 untuk melatih guru-guru inti di masing-masing zonasi," kata Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikbud, Supriano saat diskusi mengenai hasil evaluasi Kemendikbud dengan World Bank di Gedung A Kemendikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa, 19 November 2019.
 
Pelatihan ini guna meningkatkan kompetensi guru, khusunya yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ditambah lagi menurut Supriano, ratusan ribu guru PNS belum terkualifikasi pendidikan strata 1 (S1).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dari tiga juta guru, yang belum S1 sekitar 400 ribu. Padahal sekarang persyaratan harus S1, ini masalah yang existing ada," ujar Supriano.
 
Peningkatan kompetensi guru sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan empat dasar kompetensi siswa. Antara lain berpikir kritis, kerja sama, kemampuan berkomunikasi dan inovasi dalam kreativitas.
 
"Selama ini kita melihat ketika empat kompetensi yang harus dimiliki siswa, tapi di guru tidak pernah terjadi proses itu. Perbedaan disparitas ini jomplang antara daerah satu dengan yang lain," ujar Supriano.
 
Pelatihan guru nanti menekankan pada proses pembelajaran, bukan konten pengajaran. Hal ini syarat mutlak yang harus dimiliki guru lulusan S1, yakni bagaimana proses pembelajaran dapat berkualitas di dalam kelas.
 
"Yang dijadikan masalah itu bukan konten tapi proses pembelajaran di kelas bukan konten atau subjek," tuturnya
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif