foto/dokumentasi TU
foto/dokumentasi TU

Telkom University Siap terapkan E-Learning di Akhir 2019

Pendidikan beasiswa osc Pendidikan Tinggi
Roni Kurniawan • 21 Mei 2019 15:21
Bandung: Memenuhi kebutuhan pendidikan di masa mendatang, Telkom University terus mengembangkan metode pembelajaran jarak jauh (e-Learning). Metode ini sudah dicanangkan kampus yang terletak di Bandung ini sejak 2017.
 
Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Higher Education Yayasan Pendidikan Telkom (YPT) Sumrahadi, pada sambutannya di acara Launching CeLOE ( Center for e-Learning and Open Education) Digital Space dan Kick Off Kurikulum 2020 pada Senin, 20 Mei 2019 di Tokong Nanas, Telkom University.
 
"Rapim (rapat pimpinan) Yayasan Pendidikan Telkom (YPT) tahun 2017 lalu, saat itu kita sampaikan bahwa Telkom University bisa segera mengembangkan layanan e-learning (CeLOE). Kita tahu bahwa E-Learning masih menjadi atribut keunggulan pendidikan saat ini, kita terus pantau perkembangannya, sehingga pada 2018 program tersebut bisa berjalan dengan baik," ungkap Sumrahadi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat ini e-learning masih menjadi atribut unggulan dari sebuah perguruan tinggi. Tapi ke depan diramalkan hal tersebut akan menjadi sesuatu yang dibutuhkan. Dirinya meminta rektor beserta jajaran agar terus mengembangkan dan memenuhi kebutuhan pendidikan saat ini terutama pada materi-materi yang akan diproduksi.
 
Baca:Guru Besar Matematika Pimpin Telkom University
 
CeLOE ini kabarnya akan selesai pada 2020 mendatang, meski begitu target hingga mata kuliah bisa diakses adalah di penghujung tahun ini.
 
"Harapan saya pribadi adalah, pertama agar e-learning dikembangakn secara terus menerus. Sehingga sesuai kebutuhan dan bisa dimanfaatkan secara optimal baik oleh YPT Grup, sinergitas bersama Telkom Grup dan masyarakat luas," tambah Sumrahadi.
 
Rektor Telkom University Adiwijaya membuka sambutan dengan data terjadinya peningkatan pendaftar yang meningkat dari 43.000 menjadi 50.000 calon mahasiswa. Peningkatan ini sebuah indikasi bahwa Telkom University sudah menjadi perguruan tinggi pilihan utama oleh para lulusan yang akan mengenyam bangku kuliah.
 
"Kita saat ini sedang menghadapi disrupsi teknologi. Sudah saatnya kita harus keluar dari zona nyaman," terang Adiwijaya.
 
Dengan teknologi yang cepat berubah, kata Adiwijaya, perguruan tinggi perlu mengevaluasi kurikulum. Setiap tahun mungkin perlu ada evaluasi kurikulum meskipun minor.
 
"Di 2020 ini setiap prodi kita akan mengacu pada Framework outcome based education," jelas Adiwijaya.
 
Framework tersebut merupakan kurikulum capaian luaran yang akan diambil dari setiap prodi, sehingga masyarakat yang masuk tidak hanya tahu prodi apa yang dipilih. Tetapi mereka tahu apa saja yang akan diajarkan, serta kompetensi seperti apa saat anaknya akan lulus.
 
"Itu akan menjadi nilai tambah, mengingat stakeholder Telkom University salah satunya adalah masyarakat," tutupnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif