Siswa PAUD tengah belajar sambil bermain, MI/Susanto.
Siswa PAUD tengah belajar sambil bermain, MI/Susanto.

Pelibatan Anak Dalam Demonstrasi dan Kericuhan Timbulkan Trauma

Pendidikan Demo Massa Penolak Pemilu
Antara • 24 Mei 2019 14:06
Jakarta: Keterlibatan anak-anak dalam demonstrasi yang menuai kericuhan pasca penetapan pemilu 2019 akan berdampak negatif bagi perkembangan psikologis anak. Bahkan dampak jangka panjangnya, dapat memberikan citra negatif terhadap pemahaman politik anak.
 
"Saya mencoba untuk sepintas menanyakan beberapa anak-anak langsung dan beberapa orangtua, dan itu dikeluhkan bahwa mereka langsung mengatakan politik kotor ya politik itu jahat dan sebagainya politik itu permusuhan dan sebagainya, artinya memberikan citra negatif terhadap pemahaman politik maupun para politisi," kata Psikolog anak, Seto Mulyadi dilansir dari Antara, Jumat, 24 Mei 2019.
 
Dengan situasi ricuh itu di tengah polemik politik, juga akan menimbulkan kebencian di antara anak-anak dan akan membuat mereka memiliki citra negatif terhadap politik, politisi dan partai politik. Anak-anak dikhawatirkan memiliki pandangan kalau politisi adalah sosok yang jahat dan penuh permusuhan, dan mereka tidak ingin bermimpi menjadi seorang politisi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mereka yang menonton saja mengalami, mendengar dan sebagainya itu cukup banyak yang mengalami stres, takut, ngeri, enggak berani sekolah," tuturnya.
 
Menurut dia, seharusnya semua pihak termasuk para politisi bisa mencerminkan dan mengajarkan bahwa politik bisa santun dan demokrasi penuh perdamaian dan kerja sama, bukan kekerasan dan kericuhan.
 
Dia mengatakan, seharusnya anak-anak tidak dilibatkan dalam aksi kericuhan tersebut. Undang-undang Perlindungan Anak menyatakan bahwa tidak boleh ada eksploitasi terhadap anak, baik di bidang ekonomi, eksploitasi seksual maupun di bidang politik.
 
"Anak-anak tidak boleh dilibatkan dalam politik praktis," ujarnya.
 
Baca:KPAI Minta Sekolah Tak Alergi Terhadap Siswa Kritis
 
Dia juga mengatakan pemerintah harus menindak tegas para provokator yang memicu kericuhan pada demonstrasi yang mengancam persatuan dan kesatuan serta keamanan bangsa.
 
Melindungi anak juga memerlukan pemberdayaan lembaga-lembaga di lingkungan masyarakat termasuk RT dan RW. Juga warga desa atau sekitar lingkungan rumah untuk mengingatkan satu sama lain bahwa anak-anak tidak perlu dilibatkan dalam aksi yang menuai kericuhan atau dieksploitasi untuk kepentingan politik.
 
"Marilah kita rukun, kita buang sementara perbedaan seperti perbedaan agama, kulit dan pandangan politik, kita betul-betul kembali kepada suasana penuh kedamaian gotong royong dan seterusnya, itu terus dikampanyekan termasuk juga oleh para politisi itu sendiri diingatkan kembali," ujarnya.
 
Anak-anak yang terlibat dalam demonstrasi harus diberikan pengarahan yang positif dan pendidikan politik, agar tidak mudah dieksploitasi untuk kepentingan sekelompok orang. "Mereka bagaimana pun juga adalah korban juga dari pengarahan-pengarahan yang negatif, bujuk rayu atau ajakan-ajakan dan sebagainya. Kalau toh pun mereka harus mendapatkan sanksi, maka sanksinya adalah sanksi edukatif memang untuk anak bukan berdasarkan pemidanaan pada orang dewasa," ujarnya.
 
Dia menuturkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Kementerian Sosial dapat bersinergi untuk memberikan perlindungan kepada anak-anak yang terlibat dalam demonstrasi dan kericuhan tersebut.
 
Usai bentrok pada 22 Mei 2019, kepolisian menetapkan 257 orang tersangka terdiri atas 72 tersangka diamankan di Bawaslu, 156 orang di lokasi kericuhan Petamburan, dan 29 tersangka di Gambir.
 
Berdasarkan data Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan, Jakarta, ada 140 korban bentrok yang dibawa ke rumah sakit. Seluruhnya laki-laki dan yang paling muda berusia 15 tahun. Dua korban yang dibawa ke rumah sakit tersebut akhirnya meninggal dunia, salah satunya masih berusia 17 tahun.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif