Ilustrasi. Foto: MI/Barry Fathahillah
Ilustrasi. Foto: MI/Barry Fathahillah

MRPTNI Imbau Rektor 'Beri Keringanan' Pembayaran UKT

Pendidikan Virus Korona Pendidikan Tinggi Biaya Pendidikan
Ilham Pratama Putra • 04 Juni 2020 14:03
Jakarta: Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), Jamal Wiwoho mengimbau rektor untuk lebih letur dalam membuat keringanan skema pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa selama masa pandemi covid-19. Hal ini sekaligus merespons tagar #MendikbudDicariMahasiswa yang viral di media sosial beberapa hari lalu.
 
"Keringanan itu bentuknya beragam, bisa penyesuaian, bisa penundaan, pengangsuran atau bahkan pembebasan UKT bagi mahasiswa yang terdampak covid-19," ujar Jamal kepada Medcom.id, Kamis 4 Juni 2020.
 
Sebab, menurutnya rektor harus memahami bahwa ada penurunan kondisi ekonomi mahasiswa. Mulai dari orang tua yang terkena pemutusan hubungan kerja, terinfeksi covid-19 atau bahkan meninggal dunia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Intinya kita harus ramah dengan kondisi kita dalam konteks ini adalah masa pandemi. Itulah yang kemudian kami di MRPTNI mengimbau para rektor untuk membuat sebuah ketentuan dan sebuah terobosan," lanjut rektor UNS ini.
 
Baca juga:Respons Kemendikbud Soal Viral Tagar #MendikbudDicariMahasiswa
 
Pihaknya juga mengimbau, agar para rektor tidak menaikkan uang kuliah di masa pandemi termasuk di tahun ajaran baru mendatang, sebagai bentuk empati terhadap kondisi saat ini. Dia berharap perkuliahan bisa terus berjalan dengan baik.
 
"Tapi kalau saya, ya serahkan kepada rektor masing-masing. Tapi kami sudah mengimbau sama-sama peduli, empati terhadap kondisi ini. Yang kemudian entah itu bentuknya penyesuaian angsuran, penundaan, itu kembali kepada rektor. Karena yang mengajukan besaran UKT itu ya rektor masing-masing," tandas dia.
 
Permasalahan terkait UKT ini diserukan mahasiswa di media sosial terutama di Twitter. Mahasiswa menyerukan relaksasi UKT dengan memviralkan tagar #MendikbudDicariMahasiswa akibat kesulitan membayar UKT di masa pandemi.
 
Baca juga:Kemendikbud Siap Temui Mahasiswa Soal Uang Kuliah
 
Sebelumnya, Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda menyebut, permasalahan ini akibat kurangnya komunikasi antara para mahasiswa dengan jajaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pihaknya pun siap memediasi dan mempertemukan ke dua belah pihak.
 
"Jika diperlukan kami siap mencairkan kebuntuan komunikasi tersebut dengan mengundang Mendikbud maupun perwakilan Aliansi BEM untuk bicara bersama,” ujar Huda.
 
Sementara itu, Kemendikbud pun menyatakan siap beraudiensi dengan mahasiswa untuk menyelesaikan masalah tersebut.
 
"Insya Allah saya selalu membuka diri untuk menerima masukan dari manapun," kata Plt. Dirjen Dikti Kemendikbud, Nizam kepada Medcom.id, Rabu 3 Juni 2020.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif