Menristekdikti Mohamad Nasir (kiri) saat menyerahkan Surat Keputusan (SK) Perguruan Tinggi Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (NU) kepada Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hanif Saha Ghofur (kedua kanan)  di Kabupaten Pekalongan, Jawa
Menristekdikti Mohamad Nasir (kiri) saat menyerahkan Surat Keputusan (SK) Perguruan Tinggi Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (NU) kepada Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hanif Saha Ghofur (kedua kanan) di Kabupaten Pekalongan, Jawa

Menristekdikti Targetkan Lima ITS NU Berdiri di Indonesia

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Antara • 31 Desember 2018 18:26
Pekalongan: Pemerintah menargetkan sebanyak empat hingga lima institut teknologi sains (ITS) Nahdhatul Ulama (NU) berdiri di Indonesia pada 2019.
 
"Sudah disiapkan pembangunan ITS di provinsi lain, seperti di Sumatera, Kalimantan, dan Nusa
Tenggara Barat (NTB). (Saat Ini) ITS NU di Indonesia hanya ada dua, yaitu
di Pasuruan Jatim, dan Kabupaten Pekalongan," kata Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan TinggiMohamad Nasir usai menyerahkan Surat Keputusan Pendirian ITS NU di Kabupaten Pekalongan, Senin, 31 Desember 2018.
 
Menurut dia, pemerintah akan terus mendorong pendirian ITS NU karena bertujuan bagaimana mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) setempat. "Tujuan saya adalah ingin mengembangkan bidang sains (pengetahuan) dan teknologi bagi warga NU ini dapat berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi yang ada di Indonesia," katanya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi siap memberikan dukungan bagi warga NU yang akan mendirikan ITS, seperti pemberian izin, bantuan hibah perguruan tinggi swasta, dan beasiswa.
 
"Dukungan izin (pendirian ITS) sudah kami berikan, demikian pula jika proses pembelajaran sudah berjalan maka akan diberikan pula beasiswa, dan pemberian bantuan hibah," katanya.
 
Baca:LPDP Siapkan Kuota Beasiswa Khusus Santri
 
Ia mengatakan, prospek pendirian ITS NU relatif sangat tinggi, karena pemerintah akan terus mendorong (perguruan tinggi) membuka program sains dan teknologi yang paling utama.
 
"Sesuai dari program bapak Presiden Jokowi (Warga NU) selalu didorong bagaimana pendidikan sains dan teknologi yang dapat menghasilkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas. Ini yang harus kita dorong dan kami berharap pendidikan tinggi ini berjalan dengan baik," katanya.
 
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengatakan dengan berdiri sejumlah perguruan tinggi di Kabupaten Pekalongan maka hal ini akan menjadi daya dukung pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan di daerah setempat.
 
"Selain akan menjadi pusat pengembangan kebudayaan, berdirinya PT ini juga akan menjadi daya dukung pertubuhan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan di daerah. Data dari BPS pertumbuhan ekonomi 5,28 persen sedang angka kemiskinan semula 12,98 persen menjadi 10 persen," katanya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif