Tahun Depan Pendidikan Tinggi Fokus di Vokasi

Politeknik Didorong Cetak Digital Talents

Intan Yunelia 04 Desember 2018 16:09 WIB
Pendidikan Tinggi
Politeknik Didorong Cetak <i>Digital Talents</i>
MI/Panca Syurkani.
Jakarta:Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pada 2019 akan fokus pada pengembangan pendidikan vokasi yang ada Perguruan Tinggi (PT).  Hal tersebut dilakukan, agar pendidikan vokasi di perguruan tinggi sesuai dengan kebutuhan industri di masa mendatang.

“Bidang vokasi supaya bagaimana nanti sesuai dengan dunia kerjanya.  Jadi mereka harus bekerja sama dengan industri, terutama dosen harus bekerja sama dengan industri. Artinya dosen dari industri harus ada dalam kampus itu,” kata Menteri Ristekdikti, Mohamad Nasir usai Pembukaan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2018 di Hotel Bidakara, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Selasa, 4 Desember 2018.


Ia mengimbau perguruan tinggi politeknik agar menghasilkan lulusan yang cocok dengan industri. “Jangan sampai menciptakan pengangguran baru, bagaimana ke depan menghadapi era revolusi industri 4.0, kita lebih kenal digital talents. Kita ingin menyiapkan digital talents yang lebih baik lagi. Kita tidak memburu pada bidang ilmu tapi bagaimana bisa memperluas diri di luar itu,” terangnya.

Baca: Dosen Politeknik Wajib Kantongi Sertifikat Kompetensi

Selain itu, di Perguruan tinggi baik itu di universitas maupun institut akan didorong untuk terus berinovasi. Tak hanya dosen, namun juga mahasiswa, dituntut berkreasi lebih tinggi lagi.

Mantan Rektor Terpilih Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini menuturkan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, terkait anggaran Pendidikan harus digunakan untuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Pak Presiden memberi arahan kepada saya tolong Pak Menteri siapkan ini bagaimana anggaran di 2019 kaitannya untuk pengembangan sumber daya manusia. Jadi pada infrastrukturnya, pada dosennya dan semua harus direvitalisasi,” papar Nasir.

Sementara itu, pendidikan vokasi ini juga akan didukung dengan revitalisasi laboratorium di perguruan tinggi. Agar kebutuhan industri di lapangan sejalan dengan perguruan tinggi

“Kesesuaian antara apa yang ada di pendidikan tinggi harus sama dengan industri. Harus kita selesaikan semuanya,” jelas Nasir.



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id