Tim Silat Untag Sabet Juara di Yogyakarta
Unit Kegiatan Mahasiswa Persatuan Setia Hati Terate Universitas 17 Agustus 1945 (UKM PSHT UNTAG) Surabaya, Untag/Humas.
Jakarta:  Unit Kegiatan Mahasiswa Persatuan Setia Hati Terate Universitas 17 Agustus 1945 (UKM PSHT UNTAG) Surabaya berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam Jogjakarta Championship di Sasana Amorogo.

Kejuaraan nasional ini diselenggarakan oleh Sayap Rajawali dengan dukungan Kementerian
Pemuda dan Olahraga RI, MPR RI, dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada kejuaraan
ini UKM PSHT mengirimkan delapan anggota terbaiknya dan semuanya berhasil meraih medali.


“Saya bangga bisa menjadi salah satu juara dalam kejuaraan ini. Kami para anggota UKM PSHT dihadapkan dengan pesilat-pesilat hebat dari seluruh Indonesia. Kami senang bisa mendapatkan pengalaman dan teman baru,” kata ?salah satu anggota UKM PSHT, Siti Nurul Aini dalam siaran pers yang diterima Medcom.id di Jakarta, Rabu, 21 November 2018.

Siti Nurul Aini berhasil menjadi juara 1 dalam kategori tanding 42 kg dan Vera Febriyanti berhasil menjadi juara 2 dalam kategori tanding 50 kg. Adapun predikat juara 3 diraih oleh Imam Syafii dalam kategori tanding 72 kg, Jerry Yulianto dalam kategori tanding 51 kg, dan Eko Agus Prasetyo dalam kategori tanding 46 kg. Adapun M. Khairul Azman dalam kategori tanding 58 kg, Futika Dewi dalam kategori tanding 49 kg, dan M. Aziz Pratama dalam kategori tanding 46 kg terpilih sebagai Juara Harapan 1. 

Dalam kejuaraan ini delapan atlet UKM PSHT didampingi oleh Rizki Eko Kurniawan sebagai tim panitia. “Sebelum bertanding seluruh atlet mengikuti latihan pemusatan, yaitu latihan khusus fokus tanding selama 2-3 bulan. Karenanya kami optimis dan yakin menang. Kalau tidak optimis maka latihan kami akan sia-sia. Apalagi kalau kalah, maka dukungan universitas sia-sia,” tutur Rizki.

Baca: Dosen Untag Raih Penghargaan Dari Kopertis

Hal senada disampaikan oleh Siti. Ia berterima kasih kepada pihak universitas yang telah
memberikan dukungan dana maupun dukungan moril. 

“Bangga, senang, terharu, puji syukur masih bisa diberi kesempatan. Ini adalah kemenangan semua pihak,” katanya. 

Ketua UKM PSHT-Malikul Anam mengaku bangga, usia muda tidak menjadi penghalang bagi UKM PSHT untuk berprestasi. UKM PSHT telah ada sejak tiga tahun lalu, akan tetapi baru diresmikan pada Juli 2018. 

"Kami termotivasi untuk terus berprestasi agar eksistensi kami diakui. Dan inilah
jawabannya,” kata Malikul.

Pihaknya berharap agar didukung dengan fasilitas ruangan dan pelatih. “Semoga semakin berkembang dan menambah prestasi, sehingga semakin dikenal dan membanggakan
universitas. Selama ini kami berlatih secara otodidak dan di sembarang tempat, karenanya kami
berharap bisa mendapatkan ruang dan pelatih atlet (seni dan tanding),” tukasnya.



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id