Ilustrasi. Foto: MI/Adi Kristiadi
Ilustrasi. Foto: MI/Adi Kristiadi

Ingin Gelar UNKP, Sekolah Harus Ajukan Permohonan

Pendidikan Ujian Nasional
Muhammad Syahrul Ramadhan • 22 Januari 2020 07:07
Jakarta: Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP) memberikan syarat bagi satuan pendidikan yang ingin melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) untuk mengajukan permohonan menggelar UNKP. Nantinya BSNP bakal menilai alasan yang diajukan satuan pendidikan sebelum diputuskan apakah boleh melaksanakan UNKP.
 
“Nanti kemudian bisa diberikan penetapannya setelah kita menilai dan melihat alasan-alasannya, serta kemudian kita kaitkan itu juga dengan berbagai hal menyangkut keputusan dinas-dinas pendidikan terkait,” ujar Ketua BSNP Abdul Mu’ti di Gedung BSNP, Jakarta Selatan, Selasa 21 Januari 2020.
 
Hal ini dilakukan karena pemerintah mendorong semua sekolah untuk bisa UNBK 100 persen. Pasalnya berdasarkan evaluasi yang dilakukan, UNBK lebih akurat tidak hanya dari sisi objektivitas UN tetapi juga dari sisi efisiensi baik menyangkut pembiayaan maupun secara pelaksanaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Secara prinsip kami mendorong sekolah untuk UN berbasis komputer, namun bagi mereka yang menyelenggarakan UN berbasis kertas dan pensil itu harus berdasarkan persetujuan dari BSNP dan dinas terkait,” kata Mu’ti.
 
Sementara itu, Sekretaris BSNP, Arifin Junaidi menyebutkan, saat ini hampir 100 persen sekolah siap melaksanakan UNBK. Untuk pengajuan UNKP sendiri saat ini masih berasal dari Pendidikan Kesetaraan dan umumnya juga diajukan oleh Lembaga Pemasyarakatan.
 
“Jadi sampai sejauh ini belum ada sekolah yang mengajukan untuk melaksanakan UNKP. Jadi UNBK sudah siap di sekolah-sekolah dan pengajuan dispensasi untuk UNKP hanya dari pendidikan kesetaraan,” jelasnya.
 
Sebelumnya, BSNP merilis revisi Peraturan Operasional Standar Ujian Nasional (POS UN) 2019/2020. Revisi tersebut menyangkut perubahanNomenlaktur di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
 
“Kalau secara substantif penyelenggaran UN 2020 ini dengan POS yang baru tidak ada perubahan yang sangat mendasar dengan sebelumnya. Misalnya untuk moda ujian nasional tetap saja kita menggunakan seperti tahun sebelumnya, UN berbasis komputer dan berbasis kertas dan pensil,” terang Mu’ti.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif