Mantri Caino Media pembelajaran interaktif berbasis software komputer karya mahasiswa UMM.  UMM/Humas.
Mantri Caino Media pembelajaran interaktif berbasis software komputer karya mahasiswa UMM. UMM/Humas.

Lewat 'Mantri Caino' Matematika Tak Lagi Menyebalkan

Pendidikan Pendidikan Tinggi Riset dan Penelitian
Daviq Umar Al Faruq • 30 Mei 2019 16:21
Malang: Matematika bagi sebagian orang menjadi salah satu pelajaran yang terhitung sulit atau perlu ketelatenan untuk menguasainya. Menjawab tantangan ini, Riska Nur Rohmah, Westi Ayu Maulida Permata Sari dan Dimas Galih Dwi Pangasta, mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menginisiasi media pembelajaran interaktif berbasis software komputer untuk menghilangkan momok tersebut.
 
Riska dan kedua kawannya, menggunakan metode Computer Assisted Instruction (CAI) untuk media pembelajaran tersebut dan diberi nama Mantri Caino. Nama Mantri Caino sendiri berasal dari Mantri yakni mengobati yang dimaksudkan untuk mengatasi krisis pengetahuan budaya di Indonesia. Caino diambil dari metode CAI dan No diambil dari Etno.
 
Media pembelajaran ini diperuntukkan bagi siswa kelas 7 Sekolah Menengah Pertama (SMP). Konten Mantri Caino pun beragam. Mulai dari kompetensi inti, kompetensi dasar dan tersedia pula indikator pencapaian. Kemudian Mantri Caino juga dilengkapi dengan petunjuk penggunaan untuk mempermudah para siswa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kami juga menerapkan kurikulum 2013 pada Mantri Caino,” katanya, Kamis, 30 Mei 2019.
 
Baca:UMM Janjikan Pemenang Kontes Robot Bebas Skripsi
 
Selain itu, terdapat pula fitur drill and practice berbasis etnomatematika yang dapat membantu siswa mempelajari dan lebih memahami konsep materi melalui budaya lokal dan nasional.
 
Seperti menampilkan budaya, adat dan sejarah Indonesia. Melalui fitur ini, mereka berusaha menghilangkan stigma bahwa matematika adalah pelajaran menyebalkan. Salah satu caranya dengan menyematkan sebuah game.
 
Inovasi yang diciptakan dalam rangka penyusunan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini sudah pernah diujicobakan kepada siswa yang mengikuti program bimbingan belajar.
 
“Mereka senang dan merasa lebih mudah memahami matematika,” ungkap Dimas Galih.
 
Di samping belajar matematika, sambung Galih, karya mereka ini juga dapat menjadi media memperluas wawasan umum seperti sejarah dan kebudayaan.
 
Untuk mengenalkan Mantri Caino lebih detail, mahasiswa bimbingan Agung Deddiliawan Ismail, M.Pd. ini telah mempublikasikankannya melalui website mantricaino.weebly.com dan Instagram @mantricaino. Ke depan, Riska dan kawan-kawan berharap mendapatkan respons baik masyarakat, serta lolos dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas)

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif