Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti. Foto: Medcom.id/Intan Yunelia
Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti. Foto: Medcom.id/Intan Yunelia

KPAI Banjir Laporan Kekerasan di Sekolah

Pendidikan pendidikan
Intan Yunelia • 30 Oktober 2019 19:03
Jakarta:Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima 127 aduan masalah pendidikan sepanjang tahun 2019. Kasus yang paling menonjol dalam aduan tersebut adalah terkait kekerasan terhadap peserta didik dan kebijakan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
 
Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti mengatakan, sebanyak 19 kasus anak menjadi korban kekerasan dan 13 kasus perundungan. Lokasi terjadinya kasus tersebut didominasi oleh DKI Jakarta sebanyak 17 laporan, Semarang satu laporan, Bogor satu laporan, Lampung satu laporan, Sumatera utara dua laporan, Malang satu laporan, Banten satu laporan, Makassar satu laporan, Batam satu laporan, dan Maluku satu laporan.
 
"DKI Jakarta masih menempati jumlah pengaduan langsung terbesar, yaitu mencapai lebih dari 50 persen pengadu," kata Retno saat Konferensi Pers, di Kantor KPAI, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Rabu 30 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Retno, hal ini dipengaruhi oleh faktor kedekatan geografis. Seperti mudah dijangkaunya posko pengaduan dari DKI Jakarta. Namun dengan didirkan posko-posko pengaduan kekerasan terhadap perempuan dan anak di setiap kecamatan di DKI Jakarta ternyata berdampak pada menurunnya jumlah pengaduan kekerasan terhadap anak yang diterima KPAI.
 
"Khususnya di bidang pendidikan yang berasal dari DKI Jakarta ada 17 pengaduan dari 32 pengaduan pada 2019 ini. Angka ini lebih rendah dibandingkan tahun 2018 yang mencapai 56 pengaduan," ujar Retno.
 
Kasus lainnya adalah anak menjadi korban kebijakan sistem zonasi pada PPDB 2019, yakni sebanyak 95 pengaduan dan 14 pengaduan di antaranya juga berasal dari DKI Jakarta.
 
Untuk pengaduan PPDB, anak yang mengadu karena hendak mendaftar ke jenjang SD sebanyak dua anak, jenjang SMP 27 anak, SMA 64 anak, dan SMK sebanyak dua orang. Mereka terdiri dari 10 provinsi, yaitu Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, DKI Jakarta, Yogyakarta, NTT, Bali, Riau dan Kalimantan Barat.
 
Karenanya, KPAI meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim untuk memberi memprioritaskan perhatian pada tingginya angka kekerasan di lembaga pendidikan. Baik kekerasan fisik maupun kekerasan seksual.
 
"Selama ini meskipun Permendikbud Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan sudah ada, akan tetapi pencegahan dan penanganan kekerasan di sekolah selama empat tahun terkahir ini tidak mengacu pada Permendikbud tersebut," tuturnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif