Mendikbud Nadiem Makarim menyambangi PP Muhammadiyah. Foto: Dokumentasi PP Muhammadiyah
Mendikbud Nadiem Makarim menyambangi PP Muhammadiyah. Foto: Dokumentasi PP Muhammadiyah

Sambangi Muhammadiyah, Nadiem Minta Maaf Soal Polemik POP

Pendidikan Kebijakan pendidikan Merdeka Belajar
Ilham Pratama Putra • 29 Juli 2020 16:23
Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menyambangi Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah hari ini. Ia datang untuk meminta maaf secara langsung kepada jajaran Muhmmadiyah terkait polemik Program Organisasi Penggerak (POP).
 
"Silaturrahim biasa saja. Beliau menyampaikan permintaan maaf atas terkait POP," kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti kepada Medcom.id, Rabu, 29 Juli 2020.
 
Kedatangan Nadiem diterima langsung oleh Mu'ti. Dalam pertemuan itu, kata dia, Nadiem berjanji akan melakukan evaluasi POP. Namun, Nadiem belum memerinci seperti apa bentuk evaluasi yang bakal dilakukan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Menteri mengatakan akan mengevaluasi program POP. Saya tidak tahu (bentuk evaluasinya), soal bagaimana evaluasi kewenangan Mendikbud. Jadi tadi hanya menegaskan apa yang sudah disampaikan dia di media kemarin itu, tidak ada yang baru," ungkapnya.
 
Mu'ti tak memerinci apakah Nadiem juga menyampaikan secara langsung agar Muhammadiyah kembali bergabung dalam POP. Yang jelas, kata Mu'ti, hingga pertemuan tadi belum ada kepastian terkait sikap Muhammadiyah dalam POP. Keputusan untuk mundur atau kembali masuk ke POP akan dipertimbangkan.
 
"Muhammadiyah belum mengambil keputusan. Harus dibahas dulu dengan Majelis Dikdasmen dan Majelis Dikti dalam waktu dekat," ungkapnya.
 
Baca:Terima Maaf Nadiem, Muhammadiyah Tetap Mundur dari POP
 
Sebelumnya Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah berkukuh untuk mundur dari POP. Ketua Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah, Kasiyarno melihat permasalahan dalam POP sudah terlalu pelik.
 
"Tapi permasalahan kita kan bukan hanya Tanoto dan Sampoerna. Banyak organisasi penggerak lain yang kelihatannya bermasalah. Bukan hanya itu, program-program yang ditawarkan mereka (Kemendikbud) nampaknya tidak relevan. Jadi kita tetap berkomitmen tidak ikutan di situ (POP)," ujar Kasiyarno.
 

(AGA)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif