Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK). Zoom
Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK). Zoom

Menko PMK: 54% Angkatan Kerja Indonesia Mantan Stunting

Pendidikan stunting
Ilham Pratama Putra • 04 Agustus 2020 15:09
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebut kualitas angkatan kerja Indonesia di mata bank dunia tampak lemah. Hal ini disebabkan banyaknya anak stunting atau gagal tumbuh yang menjadi tenaga kerja di Indonesia.
 
"54 persen dari angkatan kerja Indonesia sekarang itu mantan-mantan stunting. Karena itu kenapa angkatan kerja kita kualitasnya rendah," kata Muhadjir dalam diskusi daring, Selasa, 4 Agustus 2020.
 
Muhadjir meminta seluruh pihak dapat melakukan intervensi pendidikan dan kesehatan terhadap anak sejak dini. Utamanya, dimulai dari keluarga.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, keluarga harus sudah siap ketika akan memiliki anak. Saat itulah keluarga harus menyiapkan strategi untuk membesarkan anaknya dari sisi pendidikan, juga kesehatan.
 
"Saya kira perlu mendapatkan perhatian betul betapa pentingnya kita menyiapkan rumah tangga keluarga yang betul siap untuk menyiapkan generasi yang akan datang dengan sebaik-baiknya, terutama jangan sampai lahir generasi stanting terus-terusan," terang Muhadjir.
 
Momentum membentuk anak dari rumah ini tak boleh luput dari orang tua. Sebab, kata dia, jika anak sudah stunting, maka akan mengalami berbagai kesulitan ketika masuk usia kerja.
 
"Ketika orang sudah stunting itu sudah tidak bisa lagi dibenahi lagi kemampuan kecerdasannya, untuk berikutnya sudah tidak bisa dinaikkan lagi," tambah dia.
 
Baca:Nadiem Ajak Mahasiswa Jadi Penggerak Perubahan di Masa Pandemi
 
Muhadjir menyebut pengetahuan orang tua tentang stunting juga harus ditingkatkan. Hal ini guna menghindari generasi Indonesia yang stunting di masa yang akan datang.
 
Mengedukasi orang tua tentang stunting, kata dia, menjadi program utama pemerintah. Keluarga merupakan awal dari pembangunan manusia Indonesia, yaitu dalam 1.000 hari pertama kehidupan.
 
"Tentu saja sebelum itu harus dimulai dengan adanya perencanaan keluarga. Karena itu harus ada bimbingan rumah tangga calon pengantin yang itu menjadi program utama Kemenko PMK," tandasnya.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif