Ilustrasi. Foto: Antara/Rahmad
Ilustrasi. Foto: Antara/Rahmad

Program Organisasi Penggerak

Tepis Katib Aam, LP Ma'arif NU Tegaskan Tak Gabung POP

Pendidikan Kebijakan pendidikan Merdeka Belajar
Muhammad Syahrul Ramadhan • 06 Agustus 2020 19:50
Jakarta: Ketua Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama (NU), Arifin Junaidi menegaskan LP Ma'arif tetap memutuskan tidak bergabung dengan Program Organisasi Penggerak (POP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kemendikbud diminta lebih dulu memperbaiki konsep POP.
 
"Sampai saat ini, LP Ma'arif NU tetap pada pendiriannya untuk tidak gabung ke POP sampai ada revisi komprehensif atas konsep POP Kemendikbud," kata Arifin kepada Medcom.id, Kamis, 6 Agustus 2020.
 
Arifin mengatakan sikap ini diambil sesuai dengan perintah Ketua Umum Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj. LP Ma’arif merupakan lembaga di bawah koordinasi langsung Pengurus Tanfidziyah NU.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karenanya, LP Ma'arif NU akan ikuti dan patuhi Ketua Umum Tanfidziyah PBNU," tegasnya.
 
Arifin juga mengaku tidak mengetahui tentang pernyataan Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), yang menyebut NU tetap berada di POP. Ia menuturkan, sikap LP Ma’arif masih sama, yakni meminta Kemendikbud mematangkan konsep POP dan menunda pelaksanaannya tahun depan.
 
"LP Ma'arif NU PBNU mempertimbangkan untuk bergabung dalam POP tahun depan setelah mempelajari dan mencermati revisi konsep POP," ujarnya.
 
Baca: Katib Aam: NU Tetap Gabung Program Organisasi Penggerak
 
Apabila Kemendikbud memaksakan POP dilaksanakan tahun ini, kata dia, maka LP Ma'arif NU menyatakan tetap mundur dari POP, tanpa menutup kemungkinan kerja sama program lain. Kemudian, Arifin memastikan LP Ma'arif NU tetap melaksanakan peningkatan kapasitas kepala sekolah dan guru serta inovasi pendidikan secara mandiri.
 
"Karena dilaksanakan secara mandiri maka LP Ma'arif NU PBNU minta kepada Kemendikbud untuk tidak mencatumkan LP Ma'arif NU PBNU dalam daftar penerima POP tahun ini," jelasnya.
 
Sebelumnya, Katib Aam PBNU Gus Yahya menyebut organisasinya memutuskan tetap ikut serta dalam POP. Keputusan diambil berdasarkan hasil rapat PBNU pada Selasa, 4 Agustus 2020.
 
Hari ini, Gus Yahya menemui Mendikbud Nadiem untuk menyampaikan langsung keputusan itu. Menurut dia, pertemuan dengan Nadiem atas persetujuan Rais Aam PBNU dan Ketua Umum PBNU.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif