NEWSTICKER
Kampus ITB.  Foto: ITB/Dok.Humas
Kampus ITB. Foto: ITB/Dok.Humas

Kuliah Daring, ITB Tetap Utamakan Capaian Belajar

Pendidikan Virus Korona Pendidikan Tinggi
Muhammad Syahrul Ramadhan • 18 Maret 2020 17:02
Jakarta: Institut Teknologi Bandung (ITB) resmi menerapkan perkuliahan daring selama 14 hari, dimulai sejak Senin, 16 Maret lalu. Meski digelar secara daring, ITB tetap mengutamakan learning outcome atau capaian pembelajaran.
 
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Jaka Sembiring menyampaikan bahwa perkuliahan daring merupakan hal yang biasa bagi ITB. Hanya saja saat ini menjadi luar biasa karena penerapannya yang serentak dan meluas, seiring ditetapkannya sejumlah protokol untuk pencegahan menyebarnya virus Korona atau corona disease (covid-19).
 
"Hanya saja pada saat ini karena terjadi masif, sehingga dosen diberikan kreativitas untuk menjalankan perkuliahan tanpa tatap muka dengan menggunakan teknologi apapun yang tersedia yang penting diharapkan learning outcome tercapai,” jelas Jaka dikutip dari laman ITB, Jakarta, Rabu, 18 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih lanjut, terkait pembelajaran daring ini merupakan kewajiban ITB yang harus memberikan hak mahasiswanya agar tetap mendapat pendidikan. Selain itu juga proses akademik sebisa mungkin tidak berhenti, meskipun di tengah situasi mengantisipasi penyebaran Korona.
 
“Namun untuk kegiatan-kegiatan yang sifatnya mendesak dan sangat tidak bisa dihindarkan, misalnya ujian tesis atau ujian tugas akhir kita mengeluarkan protokol pelaksanaanya. Jadi mahasiswa tidak dirugikan, kegiatan akademik masih bisa berjalan tapi kita laksanakan dengan penuh kehati-hatian dan kecermatan sehingga diharapkan semua mematuhi protokol yang kita keluarkan,” terangnya.
 
Selain mengeluarkan kebijakan kuliah daring. ITB juga mengeluarkan kebijakan pembatalan dan/atau penundaan kegiatan yang mengundang orang banyak. Beberapa agenda yang ditunda antara lain wisuda, Orasi Ilmiah, Studium Generale, Konferensi Nasional dan Internasional, sampai dengan kunjungan, serta kegiatan lainnya yang melibatkan banyak peserta sampai akhir April 2020.
 
Untuk wisuda, terang Jaka, meski ditunda wisudawan tetap bisa mendapatkan ijazah, surat keterangan pendamping ijazah (SKPI) plus toga. "Wisudawan pun tetap diberikan kesempatan apakah ingin mengikuti wisuda pada kesempatan berikutnya atau tidak,” jelasnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif