NEWSTICKER
Plt. Rektor Trisakti, Ali Ghufron Mukti (tengah) saat jumpa pers penanganan Korona di Kampus Trisakti. Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan
Plt. Rektor Trisakti, Ali Ghufron Mukti (tengah) saat jumpa pers penanganan Korona di Kampus Trisakti. Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan

Universitas Trisakti Keluarkan Protap Pencegahan Korona

Pendidikan Virus Korona beasiswa osc Pendidikan Tinggi
Muhammad Syahrul Ramadhan • 12 Maret 2020 16:26
Jakarta: Universitas Trisakti menggelar sosialisasi Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Risiko Penularan Infeksi Virus Korona (covid-19) di lingkungan kampus. Sosialisasi ini merespons semakin banyaknya kasus positif Korona di Indonesia.
 
"Kejadian covid-19 ini sudah luar biasa. Jadi kalau tidak salah Senin baru dua kasus, sekarang 34 kasus. Berarti pertambahan itu ratusan persen," jelas Plt. Rektor Universitas Trisakti, Ali Ghufron Mukti, di Universitas Trisakti, Jakarta, Kamis, 12 Maret 2020.
 
Untuk itu, kata Ghufron, sosilisasi ini penting. Pihaknya sendiri sudah memiliki protokol tetap (protap) pencegahan Korona. Sehingga hingga hari ini kondisi di Universitas Trisakti tetap kondusif.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Berdasarkan Surat Edaran dari Mendikbud yaitu Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 demikian juga konsen Pemda, Dinas Kesehatan dan Puskemas kita bekerja sama, maka di Trisakti merespons memberikan antisipsi bagaimana kita bisa mencegah penularan Covid 19 ini. Jadi kita punya Protap sehingga bisa aman," jelasnya.
 
Baca juga:18 Instruksi Nadiem Cegah Korona di Satuan Pendidikan
 
Ghufron yang juga pernah menjabat sebagai Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti ini juga menyampaikan, saat ini pihaknya sudah mengambil langkah agar lingkungan Trisakti tetap terjaga kebersihannya. Selain menyediakan hand sanitizer juga dilaksanakan pembersihan.
 
"Contohnya lift, rutin kita bersihkan, untuk meningkatkan kebersihan dari masing masing sivitas akademika. Klinik sudah kita siapkan protapnya, dekan-dekan kita rapatkan pimpinan mahasiswa ini kita lakukan respons cepat dan tepat," terangnya.
 
Trisakti sendiri juga sudah menyiapkan fasilitas pendukung. Yakni termo scanner, sehingga sivitas akademika yang terdekteksi panas tinggi bisa dibawa langsung ke Klinik kampus.
 
Lebih lanjut ia mengingatkan, untuk seluruh sivitas akademika agar selalu menjaga kesehatan. Menjaga pola makan dan rutin berolahraga. Sementara apabila merasa sakit batuk atau pilek plus demam disarankan untuk tidak berangkat ke kampus dengan syarat melampirkan surat keterangan.
 
Terakhir ia mengingatkan, agar seluruh sivitas akademika tidak perlu merasa panik, namun tetap waspada."Pakai termo scanner, boleh tidak masuk kalau di klinik diberikan surat sakit, termasuk karyawan. Kalau ada indikasi, tidak masuk tetap menerima tunjangan," kata Didik.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif