NEWSTICKER
Plt. Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Kemendikbud, Supriano. Foto: Medcom.id/Citra Larasati
Plt. Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Kemendikbud, Supriano. Foto: Medcom.id/Citra Larasati

Organisasi Penggerak Bakal Diawasi Tim Independen

Pendidikan guru Kebijakan pendidikan Merdeka Belajar
Ilham Pratama Putra • 11 Maret 2020 07:07
Jakarta: Tiap Organisasi Penggerak akan menerima kucuran dana yang besarannya beragam, mulai dari ratusan juta rupiah hingga Rp20 miliar per organisasi per tahun. Program dan anggaran negara yang melekat tersebut rencananya akan diawasi oleh tim independen.
 
Plt. Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Kemendikbud, Supriano menyebut pihaknya bakal membentuk tim independen untuk mengawasi kinerja Organisasi Penggerak.
 
"Pengawasan evaluasi ini akan kita gunakan yang namanya tim independen. Yang melakukan verifikasi, tentunya itu tugas dari regulator. Ini anggarannya ada di GTK, tapi GTK tidak ikut pembentukan itu, benar-benar independen," kata Supriano di Gedung Kemendikbud, Selasa 10 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga:Sebelum Mendaftar, Kenali Jenis-jenis Organisasi Penggerak
 
Dia menyebut, pemilihan tim itu sangat selektif dengan indikator yang sudah disepakati olehnya. Namun pihaknya tak mau membeberkan dari mana saja unsur para pengawas itu.
 
Sebelumnya, penyaluran bakal dilakukan dua tahap dalam satu tahun. Penyaluran tahap satu sebesar 60% dari nilai bantuan yang telah ditetapkan oleh Kemendikbud, dan sisanya 40% akan disalurkan ketika program sudah berjalan sesuai dengan target waktu yang sudah dibuat.
 
"Selanjutnya para relawan wajib menyertakan laporan pertanggungnjawabannya paling lambat 31 Desember 2020 untuk termin pertama ini," jelasDirektur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikbud, Praptono.
 
Baca juga:Pengamat: Organisasi Penggerak Terkesan Sepotong-potong
 
Praptono mengatakan, pemantauan dan evaluasi bertujuan untuk mengetahui kesesuaian antara pelaksanaan penyaluran bantuan dengan petunjuk teknis yang telah ditetapkan. Sehingga dapat dievaluasi apakah program dijalankan sesuai dengan target atau tidak.
 
Terakhir, Praptono menjelaskan alur program Organisasi Penggerak. Pengajuan proposal akan berlangsung 16 Maret hingga 16 Mei 2020.
 
"Pada tahap ini kami akan mengidentifikasi kelayakan Organisasi Penggerak setelah meninjau proposal. Selanjutnya ada evaluasi teknis dan evaluasi keuangan terkait penentuan kategori," jelasnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif