Kemenristekdikti Ajak Ruangguru Genjot Masyarakat Mengenyam Pendidikan Tinggi

Husen Miftahudin 14 Maret 2018 22:12 WIB
pendidikan
Kemenristekdikti Ajak Ruangguru Genjot Masyarakat Mengenyam Pendidikan Tinggi
Menristekdikti Mohamad Nasir memberikan pemaparan saat membuka Rakerda Kopertis Wilayah XIV Papua dan Papua Barat di Yogyakarta, Rabu (7/3). (Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko).
Jakarta: Angka partisipasi kasar (APK) perguruan tinggi (PT) Indonesia terbilang rendah. Di kawasan Asia Tenggara, tingkat APK PT Indonesia tertinggal jauh dengan Malaysia dan Thailand.

APK PT merupakan tingkat partisipasi masyarakat dalam mengenyam pendidikan tinggi. APK PT Indonesia saat ini hanya bertengger di angka 31,5%, sementara Malaysia (37,2%) dan Thailand (51,2%).


Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengaku tengah berupaya menggenjot mutu dan kualitas pendidikan di Indonesia, termasuk meningkatkan partisipasi masyarakat untuk mengenyam pendidikan tinggi.

"Ini sesuai dengan Nawacita Bapak Presiden Joko Widodo dalam meningkatkan mutu hidup manusia Indonesia melalui peningkatkan mutu pendidikan, pelatihan, dan melakukan revolusi karakter bangsa dengan melakukan kebijakan penataan kembali kurikulum pendidikan nasional," ujar Nasir dalam konferensi Learning Innovation Summit di Kasablanka Hall, Jakarta Selatan, Rabu, 14 Maret 2018.

(Baca juga: Menristekdikti: Revolusi Industri 4.0 Bakal Buat Kampus Jadi Museum)

Nasir menilai, teknologi menjadi jalan untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Indonesia. Mantan Rektor Universitas Diponegoro (UNDIP) ini kepincut untuk bekerja sama dengan Ruangguru karena menciptakan aplikasi yang menyediakan konten dan layanan pendidikan berbasis teknologi.

"Saya ingin bisa bekerja sama dengan Ruangguru. Mudah-mudahan Ruangguru bisa berkolaborasi dengan pendidikan tinggi untuk meningkatkan pendidikan di level high," harapnya.

Keinginan bekerja sama dengan Ruangguru sejalan dengan upaya Kemenristekdikti dalam mengembangkan model kuliah daring (online learning). Nasir yakin kuliah daring bakal mendorong tingkat partisipasi masyarakt mengenyam perguruan tinggi.

"Kalau kita kembangkan model online learningini bisa membuat APK kita yang sekarang hanya 31,5 persen bisa melompat dengan angka deret ukur. Tidak seperti selama ini yang kenaikannya dengan bilangan deret hitung karena setiap tahun kenaikannya hanya 0,5 persen," beber dia.

(Baca juga: Pembelajaran Daring Menuntut Mahasiswa Proaktif)

Selain itu, Kemenristekdikti juga akan membentuk cyber universityyang bertugas me-reviewmodul untuk dimasukkan ke dalam jaringan sebagai bahan ajar kuliah online. Melalui cyber university, jumlah satuan kredit semester (SKS) mahasiswa dalam kuliah daring bisa diketahui.

"Hal ini juga akan menghantarkan kita menghadapi suatu kondisi bagaimana pemeratan pendidikan menjadi lebih baik. sehingga penduduk kita yang ada di paling timur, barat, utara, dan selatan bisa menikmati kualitas pendidikan yang sama dan merata seluruhnya," pungkas Nasir.



(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id