Kampus ITS. Dok Humas ITS.
Kampus ITS. Dok Humas ITS.

14 Mahasiswa ITS Lolos Program IISMA 2021

Pendidikan Bantuan Pendidikan Program Pendidikan Perguruan Tinggi ITS
Arga sumantri • 22 Juni 2021 14:09
Surabaya: Sebanyak 1.000 mahasiswa terpilih menjalani program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) 2021, sebuah program mobilitas internasional yang diluncurkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Sebanyak 14 di antaranya merupakan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
 
Manajer program Kamp CommTECH dan program studi luar negeri di ITS International Office, Muhammad Wahyu Islami Pratama menjelaskan, IISMA merupakan program pendidikan yang memberi kesempatan mahasiswa Indonesia untuk melakukan studi di luar negeri selama satu semester.
 
Penanggung jawab berjalannya IISMA 2021 di lingkungan ITS ini menambahkan, selama periode tersebut, mahasiswa yang lolos diwajibkan mengambil empat mata kuliah dari satu universitas pilihan. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Selain itu, mahasiswa juga bisa melakukan transfer SKS (Satuan Kredit Semester) dengan jumlah maksimal 20," tutur Wahyu mengutip siaran pers ITS, Selasa, 22 Juni 2021.
 
Baca: Mahasiswa Telkom University Terima Vaksinasi Covid-19
 
Sejak awal program ini diluncurkan, Wahyu mengungkapkan, ITS memberi dukungan penuh bagi para mahasiswanya. Mulai dari penyebaran informasi, pemanduan pemilihan mata kuliah serta transfer SKS, simulasi wawancara, dan berbagai bentuk pendampingan lainnya. 
 
"Semua lini dari tingkat departemen juga akan tetap mendampingi keempatbelas mahasiswa ITS yang terpilih ini," ujarnya.
 
Namun, untuk proses-proses berikutnya, peran penyediaan fasilitas akan lebih banyak dilakukan oleh Kemendikbudristek. Wahyu menyatakan, untuk keberangkatan mahasiswanya menuju universitas di luar negeri, ITS tidak turut serta mendampingi secara langsung. 
 
Begitu juga dengan fasilitas lain seperti biaya keberangkatan dan kepulangan, biaya kehidupan selama studi berlangsung, biaya penunjang kuliah, asuransi, visa, karantina mandiri, hingga tes Polymerase Chain Reaction (PCR) juga akan ditangani langsung oleh Kemendikbudristek.
 
"Studi di luar negeri bukan hanya tentang belajar di negeri lain, tetapi juga menemukan makna hidup, sehingga diharapkan lebih peka terhadap sesama dan lingkungan," ungkapnya.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif