Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso. Foto: Zoom
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso. Foto: Zoom

OJK Ajak Alumni UNS Keroyok Percepatan Penanganan Covid-19

Pendidikan Pendidikan Tinggi covid-19 Perguruan Tinggi Vaksinasi covid-19 UNS
Citra Larasati • 23 Juli 2021 22:36
Jakarta:  Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso mengajak Ikatan Keluarga Alumni Universitas Sebelas Maret (IKA UNS) untuk bergotong royong membantu pemerintah dalam mempercepat penanganan covid-19.  Sebab menurutnya, penanganan covid-19 yang cepat, baik, dan solid akan menjadi landasan kuat bagi perbaikan kondisi ekonomi di Tanah Air. 
 
Wimboh mengatakan, peningkatan kasus covid-19 tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga di seluruh dunia.  Bahkan belakangan ini sejumlah negara yang sudah menyatakan optmistis pun kembali berpikir ulang dan kembali meningkatkan penanganan kondisi covid-19 di negaranya. 
 
Penangan covid di seluruh negara tidak terkecuali di Indonesia juga menghadapi kondisi yang serupa.  Terlebih lagi Indonesia, yang memiliki total penduduk sebanyak 272 juta jiwa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Angka tersebut membuat penanganan covid-19, terutama untuk mempercepat target herd immunity melalui vaksinasi juga menjadi tidak mudah.  "Untuk mencapai herd immnuity maka 80 penduduk divaksin dan masyarakat harus bersama-sama menyukseskan program vaksinasi.  Kalau di Indonesia dari 272 juta penduduk, sekitar 208 juta di antaranya harus divaksin," kata Wimboh, dalam Go Live, Gotong Royong Bantuan Kemanusiaan IKA UNS Peduli Covid-19 yang digelar daring, Jumat malam, 23 Juli 2021.
 
Baca juga:  Satgas Covid-19 UNS: Indonesia Tengah Dilanda Gelombang Ketiga Covid-19
 
Wimboh mengungkapkan, untuk mencapai herd immunity setidaknya 80 persen atau 208 juta penduduk harus sudah divaksin dan ini imembutuhkan waktu yang lama.  Sedangkan saat ini, kata Wimboh, baru 40 juta orang divaksin tahap 1. 
 
"Vaksin tahap dua baru 16 juta orang, kalau semua divaksin maka dibutuhkan waktu hingga Mei 2022," terangnya.
 
Peran IKA UNS
 
Kondisi inilah, kata Wimboh, yang mengetuk hati seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan sesuatu.  Tidak terkecuali IKA UNS sebagai bagian dari masyarakat, turut bergerak membantu pemerintah dalam percepatan penanganan covid-19 tersebut.  
 
"Melalui jalur alumni UNS ini diharapkan bisa membantu meringankan.  Masing-masing alumni juga sudah mulai gerak agar mempercepat herd immunity bisa tercapai," ujar Wimboh.
 
Wimboh mengatakan, bahwa program Gotong Royong Bantuan Kemanusiaan IKA UNS Peduli Covid-19 ini merupakan bentuk empati IKA UNS kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan dari hulu ke hilir selama pandemi covid-19.  "Semua lembaga harus mengeroyok," kata Wimboh.
 
Namun Wimboh mengingatkan, bahwa penanganan covid-19 tidak cukup hanya sebatas vaksinasi untuk mencapai herd immunity.  Sehingga juga membutuhkan peran seluruh lapisan masyarakat yang lebih luas lagi untuk bersama-sama mempercepat penanganan covid-19 sesuai dengan kemampuannya.
 
Mengingat gerak penularan covid-19, kata Wimboh, ternyata lebih cepat dibandingkan dengan distribusi vaksin itu sendiri.  "Ini yang juga perlu disampaikan kepada masyarakat, vaksin thok enggak cukup. Vaksin bukan satu-satunya cara menangani covid," terangnya.
 
Untuk itu masyarakat juga bisa membantu dengan meningkatkan imunitas dirinya sendiri dalam upaya menghambat penularan covid-19 selama herd immunity berlum tercapai.  "Menjaga pola hidup, konsumsi vitamin, olah raga, menerapkan 6 M, kemudian lakukan testing, tracing, dan treatment," tutup Wimboh.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif