Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Pandemi Memaksa Digitalisasi Pendidikan Berjalan Lebih Cepat

Pendidikan Virus Korona Kebijakan pendidikan Program Pendidikan
Arga sumantri • 17 November 2020 21:30
Jakarta: Pandemi virus korona (covid-19) mengakibatkan disrupsi luar biasa pada bidang pendidikan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pun meyakini perlunya masyarakat beradaptasi lebih cepat menyesuaikan proses pembelajaran.
 
"Situasi ini memaksa kita berupaya lebih cepat mengoptimalisasi cara-cara baru, termasuk (memanfaatkan) teknologi digital," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penelitian Pengembangan, dan Perbukuan Kemendikbud, Totok Suprayitno dalam Diskusi Tematik 'Implementasi Modul Pembelajaran Literasi dan Numerasi Kurikulum Darurat' secara virtual.
 
Penyederhanaan kurikulum dengan memprioritaskan pengajaran materi esensial dilakukan sebagai upaya untuk memfasilitasi guru ketika mengajar di masa pandemi. Selain itu, menurut Totok, pihaknya selalu terbuka menerima masukan perbaikan agar Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dapat berjalan semakin baik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk Belajar Dari Rumah (BDR) juga kita terbitkan modul-modul untuk siswa, guru, dan orang tua untuk semua jenjang. Apalagi, jenjang dasar ternyata paling sulit belajar dari rumah," tutur Totok.
 
Peneliti Madya Puslitjak Balitbang dan Perbukuan Kemendikbud, Meni Handayani menyebut, para guru juga menilai positif dengan adanya modul-modul dari Kemendikbud. Tapi, angka ini cenderung turun di daerah tertinggal.
 
"Sebanyak 65 persen pengguna kurikulum darurat mengetahui modul belajar literasi dan numerasi. Namun, sebagian besar guru di daerah tertinggal masih terkendala mengakses modul," kata Meni.

 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif