Ilustrasi kuliah. Medcom.id
Ilustrasi kuliah. Medcom.id

Rasakan Kuliah Beda Pulau, Alumni Ajak Daftar Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2022

Pendidikan Kemendikbudristek Mahasiswa Pertukaran Mahasiswa
Renatha Swasty • 12 Mei 2022 16:21
Jakarta: Kesempatan mahasiswa menggunakan hak belajar di luar program studi dan perguruan tinggi asal kembali terbuka. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) menyelenggarakan Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Angkatan ke-2 pada 2022.
 
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim meyakini mahasiswa yang mengikuti PMM ialah calon pemimpin yang akan mendorong pemulihan Indonesia dari pandemi menuju masa depan.
 
“Mahasiswa yang akan mengikuti program ini akan ditantang menjadi pemimpin bagi diri sendiri, untuk mengambil keputusan yang bijak, belajar kolaborasi, gotong-royong, dan mencintai keragaman. Semua ini akan dialami kalian saat menjalani PMM,” kata Nadiem dalam keterangan tertulis, Kamis, 12 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Ditjen Diktiristek, Kiki Yuliati, menuturkan Kemendikbudristek didukung Kementerian Keuangan dan LPDP memikirkan masa depan mahasiswa. Kementerian ingin memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengikuti program ini.
 
"Kalau program ini hadir ketika kami muda, pasti kami akan mendaftar ikut program ini,” ucap Kiki.
 
Salah satu mahasiswa Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam asal Universitas Negeri Sebelas Maret, Jawa Tengah, Yokanang Chandra Arfiansyah, mengikuti PMM Tahun 2021 di Universitas Tadulako, Sulawesi Tengah. Dia mengaku gembira atas pengalaman PMM 2021.
 
“Saya bertemu rekan-rekan mahasiswa dari seluruh penjuru nusantara yang sangat menyambut baik. Di Universitas Tadulako, kami jadi sahabat di dalam dan luar kelas. Kebersamaan dengan teman-teman satu asrama juga sangat terasa. Saya belajar beragam budaya, misalnya tarian mokambu. Sulawesi Tengah juga punya alam yang kaya, seperti Laut Donggala dan peninggalan sejarah seperti situs megalitikum tertua di Indonesia yaitu Lore Lindu,” cerita Yoka.
 
Dia mengakui jadi berani keluar dari zona nyaman untuk mengeksplorasi masa muda setelah menjalani PMM. “Saya jadi mengeksplorasi diri dalam masa muda ini, belajar jadi pemimpin, belajar lebih terbuka, dan mengasah toleransi dalam bingkai persatuan Indonesia. Karena Indonesia sangat beragam, kami memahami dan saling menghargai kebudayaan yang berbeda,” ucap Yoka.
 
Yoka menyebut penting menjalin relasi antarmahasiswa dan masyarakat luas saat PMM. Dia mengaku juga mengalami pertukaran kuliner.
 
“Sulawesi Tengah punya kuliner yang sangat beragam. Seperti palumara dengan bumbu kuning yang pedas, sambal roa khas tepian Teluk Palu, bawang goreng khas Palu, juga kaledo, yaitu hidangan kaki lembu di Donggala. Yang mungkin bagi orang Jawa agak tidak biasa, adalah makan pisang goreng pakai sambal dan ini sangat sedap,” kenang Yoka.
 
Cerita lain datang dari mahasiswa Universitas Pattimura Andi Husniatuzzahra (Nia) yang mengikuti PMM di Universitas Indonesia. Andi mengambil mata kuliah yang menarik minatnya namun belum tersedia di kampus asal.
 
“Kimia Kuantum dibahas di kampus saya, tapi tidak terlalu spesifik. Masuknya ke ikatan kimia. Ternyata, di UI, saya dapat mengambil mata kuliah Kimia Kuantum. Saya jadi bisa mendapat ilmu baru yang belum saya dapatkan di kampus asal saya,” kata Nia.
 
Nia mengaku tidak mengalami kesulitan mengikuti pembelajaran di UI. Dia bisa menonton ulang kuliah yang disajikan, begitupun dengan tugas yang didapat sama dengan kampus asal, yakni tugas individu dan kelompok.
 
Awalnya, Nia mendengar rumor lingkungan kuliah di UI individualistis dan kompetitif. Nyatanya, ia merasakan sendiri, teman-temannya di UI sangat ramah, berbaur, dan membantu saat kesusahan mengikuti materi perkuliahan.
 
Pertukaran Mahasiswa Merdeka merupakan program pertukaran mahasiswa dalam negeri selama satu semester dari satu klaster pulau ke klaster pulau lainnya. Program ini memberikan pengalaman kebinekaan melalui keikutsertaan dalam Modul Nusantara, mata kuliah, dan berbagai aktivitas terkait yang bisa memperoleh pengakuan SKS hingga 20 SKS.
 
PMM 2 membuka kesempatan bagi mahasiswa mengikuti pembelajaran di kampus-kampus di Indonesia sebagai upaya penguatan dan perluasan kompetensi, wawasan kebangsaan, cinta Tanah Air, serta memiliki pemahaman kebinekaan dan toleransi. Mahasiswa nonvokasi semester 3, 5, dan 7 dapat mempelajari informasi terkait PMM pada laman resmi program-pmm.id/. Panduan PMM 2 dapat diakses pada tautan program-pmm.id/assets/pertukaranMahasiswaMerdeka/assets/PanduanProgram-PMM-Tahun-2022.pdf.
 
Baca: Menteri Nadiem Ajak Mahasiswa Ikut PMM, Rasakan Kuliah Beda Pulau
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif