Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbudristek Abdul Khak. Medcom.id/Ilham Pratama Putra.
Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbudristek Abdul Khak. Medcom.id/Ilham Pratama Putra.

Memupuk Literasi Sejak Dini Jadi Pondasi Pendidikan Sekolah Formal

Pendidikan pendidikan kemampuan literasi Kualitas Pendidikan Literasi
Ilham Pratama Putra • 26 Januari 2022 15:32
Jakarta: Memupuk literasi anak sejak dini merupakan hal yang harus dilakukan. Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Abdul Khak mengatakan hal tersebut akan membantu anak ketika menghadapi sekolah formal nantinya.
 
"Penting untuk kita membangun budaya awal literasi anak pada usia dini. Memberikan pengalaman interaksi literasi sejak dini akan membuat anak matang dalam mengikuti pembelajaran sekolah formal," kata Abdul Khak, dalam Peluncuran Misi Sekolah Enuma, Rabu, 26 Januari 2022.
 
Menurutnya, jalan utama dari pendidikan adalah menguatkan karakter anak dan pehamannya mengenai literassi. Literasi menurut dia akan menjadi navigasi anak dalam memahami keadaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dari literasi itu mereka bisa mulai melakukan interaski yang kuat, literasi sejak dini akan mekonstruksi cara berfikir anak untuk cakap beradaptasi," lanjutnya.
 
Baca: Kemendikbudristek: Membentuk Gerakan Literasi Perlu Energi Besar
 
Literasi yang dapat diberikan kepada anak, mulai dari memberikan instruksi tuturan atau ucapan bahasa, dialog dengan kosa kata yang tepat. Anak juga dapat mulai dikenalkan dengan bentuk bahan bacaan cetak.
 
"Hal itu akan membantu mengembangkan kemampuan berbicara, menanyakan pertanyaan terbuka untuk mengembangkan kecakapan berpikir, berimajinasi bercerita dalam bahasa yang kompleks," ungkap Khak.
 
Seiring dengan itu, orang tua kata dia harus turut membantu anak dalam meningkatkan akses bacaan kepada anak. Termasuk sumber belajar dari berbagai media yang cepat dan mudah diakses oleh anak.
 
"Nantinya guru dan tenaga kependidikan, dan orang tua dapat berkolaborasi lebih lanjut ketika anak sudah masuk ke sekolah agar anak terus mendapatkan hak literasinya untuk menjelajah dunia dengan lebih baik," tutup dia.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif