Ilustrasi. Foto:  Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Tunggu Orang Tua Pulang Kerja, Siswa Terpaksa 'Sekolah' Malam

Pendidikan Virus Korona Metode Pembelajaran
Ilham Pratama Putra • 01 April 2020 08:08
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerima laporan yang berisi siswa terpaksa "sekolah" di malam hari dalam masa darurat virus korona atau coronavirus disease (covid-19). Kondisi tersebut terjadi, karena siswa harus menunggu orang tuanya pulang kerja hanya untuk meminjam gawai untuk belajar daring.
 
"Akhirnya guru inisiatif belajar online malam hari," kata Direktur GTK Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Kemendikbud, Praptono dalam konferensi video, Selasa, 31 Maret 2020.
 
Selain harus belajar di malam hari, sejumlah laporan tentang kendala belajar daring lainnya juga diterima Kemendikbud. Salah satunya keluhan tugas dari guru yang menumpuk.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Praptono menyebut, hal ini terjadi karena pola pikir guru masih fokus pada penuntasan capaian kurikulum. Padahal Kemendikbud sudah menegaskan, bahwa guru tak mesti terpaku padahal tersebut.
 
"Pada saat ini angka penilaian maupun penuntasan kurikulum dalam kondisi sekarang sudah dibebaskan kepada sekolah masing-masing," lanjut dia.
 
Baca juga:Kemendikbud Luncurkan 'Guru Berbagi' untuk Saling Menginspirasi
 
Kendala lingkungan tempat tinggal yang tidak kondusif juga masuk dalam daftar kendala yang diterima dalam laporan Kemendikbud. Misalnya satu rumah dihuni oleh banyak anak yang semuanya adalah pelajar.
 
Kemudian guru kerap kebingungan ketika diminta merancang program pembelajaran jarak jauh. Karena tidak semua guru, terbiasa dengan metode belajar jarak jauh melalui daring ini.
 
Sebagai solusi, dia meminta dinas pendidikan setempat untuk berkoordinasi dengan sekolah. Kemendikbud juga menyiapkan situs resmi, di mana guru bisa berbagi materi pembelajaran jarak jauh, yakni melalui guruberbagi.kemdikbud.go.id
 
Sementara itu, Staf Khusus Mendikbud Bidang Pembelajaran, Iwan Syahril mengatakan, semua pihak masih menyesuaikan diri dengan pembelajaran jarak jauh. Terlebih karena penetapan kebijakan belajar di rumah dengan belajar daring memang tidak didahului dengan persiapan.
 
Iwan mengatakan, salah satu alternatif belajar jarak jauh bisa menggunakan metode korespondensi. Ini merupakan metode jarak jauh yang telah digunakan di Universitas Terbuka.
 
"Guru cukup mempersiapkan materi, kemudian dikirimkan pada murid melalui kurir. Kemudian murid menerima. Mengerjakan materi pelajaran, mengerjakan tugas," jelasnya.
 
Jika masih ditemukan kendala guru bisa berkomunikasi dengan siswa melalui sambungan telepon. Metode ini menurutnya sudah bisa digunakan, namun tetap dengan menyesuaikan situasi sekolah masing-masing.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif