NEWSTICKER
Ir. Dumasari M.Si dalam “Sidang Terbuka Program Doktor Ilmu Pertanian Fakultas Pertanian Unsoed” (10/2). Foto: Unsoed
Ir. Dumasari M.Si dalam “Sidang Terbuka Program Doktor Ilmu Pertanian Fakultas Pertanian Unsoed” (10/2). Foto: Unsoed

Unsoed Luluskan Doktor Fakultas Pertanian Pertama

Pendidikan Pendidikan Tinggi Riset dan Penelitian
Ilham Pratama Putra • 13 Februari 2020 13:05
Jakarta: Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) meluluskan doktor pertamanya di bidang Ilmu Pertanian. Ir. Dumasari M.Si menjadi doktor pertama program studi S3, Ilmu Pertanian Fakultas Pertanian di kampus yang berdiri di Purwokerto, Jawa Tengah tersebut.
 
Staf pengajar Universitas Muhamammadiyah Purwokerto (UMP) itu dikukuhkan Senin lalu 10 Februari 2020. Disertasi yang dihasilkannya berjudul “Pola Pemberdayaan Pengrajin Cococraft Berbasis Manajemen Adaptif Melalui Inisiasi Usaha Mikro Media Semai Cocodust di Kecamatan Purbalingga Wetan, Kabupaten Purbalingga Provinsi Jawa Tengah”.
 
Dia menjelaskan, penelitian ini bermula dari kesadaran, bahwa pemberdayaan kepada petani merupakan sesuatu yang penting, baik kini maupun masa depan. Menurutnya, pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu prioritas dalam pembangunan nasional berkelanjutan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dalam pemberdayaan masyarakat terdapat suatu paradigma baru yang mendudukan pengembangan ekonomi bersama dengan nilai-nilai sosial direct masyarakat, dengan menintik beratkan pada partisipasi dan perubahan perilaku sebagai suatu yang menjadi inti pengembangan masyarakat petani tersebut," kata Dumasari, didkutip dari laman Unsoed, Kamis 13 Februari 2020.
 
Dumasari juga menyebut, salah satu strategi pemberdayaan yang mereduksi kemiskinan petani adalah penganekaragaman mata pencaharian (livelihood diversification). Dalam temuannya, salah satu kelompok masyarakat yang sudah melaksanakan livelihood diversification adalah petani-petani berlahan sempit di Purbalingga Wetan.
 
“Mereka menjalani usaha baik on farm juga off farm dengan mencoba mengombinasikannya dengan memanfaatkan sumberdaya lokal, yaitu limbah kelapa menjadi kerajinan beraneka bentuk yang dinamakan Cococraft”, jelasnya.
 
Cocodust sendiri dikenal sebagai media tanam alternative yang dapat digunakan pertanian organik yang berasal dari limbah hasil cococraft. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi faktual sosial ekonomi pengrajin cococraft memiliki berbagai unsur.
 
"Di antaranya yang berfungsi sebagai penentu kualitas sumberdaya manusia dan kategori keinovatifan," kata Dumasari.
 
Menurutnya, berbagai unsur memiliki daya dukung terhadap pemberdayaan pengrajin cococraft. Mulai dari tingkat adopsi, pendapatan, komunikasi, pendidikan nonformal, pengalaman kerja, jejaring kerja sama hingga pendidikan formal.
 
"Berdasarkan eksistensi unsur faktual sosial ekonomi, pengrajin dibedakan dalam tiga kategori. Yaitu perintis, penerap awal, dan penerap lamban. Teknologi produksi media semai cocodust diujicoba oleh pengrajin perintis, dan penerap awal," jelas dia.
 
Menurutnya, aspek diri menentukan perilaku berencana pengrajin cococraft pada deskripsi konsep manajemen adaptif. Empat unsur aspek diri itu sendiri, adalah sikap perilaku, norma subjektif, persepsi kontrol, dan sensitivitas.
 
“Keempat unsur aspek diri mengonstruksi konsep manajemen adaptif pengrajin cococraft dalam mengelola usaha mikro media semai cocodust selama masa inisiasi. Konsep menejemen adaptif ditekankan pada pengembangan kemampuan mengelola usaha mikro dengan kepekaan terhadap berbagai risiko perubahan bahan baku, kendali mutu, harga, pasar, jejaring kerja sama, dan kontinuitas produksi”, paparnya.
 
Lebih lanjut, keunggulan pola pemberdayaan berbasis manajemen adaptif terletak pada kemampuan multiplier effect. Yang berpusat pada peningkatan kreativitas dan produktivitas, peningkatan pendapatan, peningkatan skala usaha, peningkatan kesempatan kerja, dan reduksi volume limbah cococraft yang rawan polutan.
 
"Pola pemberdayaan ini mempunyai multi utility,baik untuk kepentingan ekonomi, moral, sosial maupun lingkungan," tambahnya.
 
Ir. Dumasari M.Si dinyatakan lulus dengan predikat “Dengan Pujian”, mengantongi IPK 3,94. Tercatat sebagai lulusan pertama dalam program S3 Ilmu Pertanian pada Fakultas Pertanian Unsoed.
 
Sidang Terbuka dipimpin oleh Ketua Sidang Dekan Fakultas Pertanian, Dr.Ir Anisur Rosyad MS , dan Sekretaris Koordinator Program Doktor Ilmu Pertanian Dr.Ir Saparso MP. Sebagai anggota penguji dari unsur Guru Besar, ada Prof.Dr.Ir Suwarto MS, penguji eksternal, Dr.Ir Jamhari MP, Dr.Rili Windiasih M.Si, Dr.Ir Tamad M.Si, Dr.Drs Masrukin M.Si, Prof. Wiwiek Rabiatul Adawiyah B.Acc.,M.Sc.
 
Lebih lanjut ada pula Co Promotor, yakni PhD, Dr.Ir Ismangil MS, dan Budi Dharmawan SP.,M.Si.,Ph.D, juga Prof.Dr Ir I Wayan Darmawan M.Sc.F.Trop sebagai Promotor.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif