Hari Pertama Masuk Kerja

Rektor UNS Peringatkan ASN Hindari Ujaran Kebencian

Pythag Kurniati 21 Juni 2018 18:47 WIB
ASN
Rektor UNS Peringatkan ASN Hindari Ujaran Kebencian
Rektor Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Ravik Karsidi. Foto: Medcom.id/Citra Larasati
Solo:Rektor Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Ravik Karsidi memperingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) sivitas akademika UNS agar tidak terlibat dalam ujaran kebencian. Lebih-lebih mendekati Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres), ASN harus sangat berhati-hati.

Pesan tersebut disampaikan kepada para ASN saat pertemuan di hari pertama kerja di Gedung Auditorium UNS, Surakarta, Kamis, 21 Juni 2018.  "Saya mohon ASN tidak melakukan dan baiknya menghindari ujaran kebencian, baik itu dengan mem-forward atau sekedar meng-klik, like," seru Ravik.


Menurut Ravik, telah ada beberapa contoh kasus ASN di perguruan tinggi lain yang melakukan tindakan tersebut. "Konsekuensi terberat, ASN akan dikeluarkan," tegas Ravik.

Di tataran kementerian, lanjut Ravik, telah beredar wacana pengawasan media sosial ASN. Pengawasan berfungsi mendeteksi ada tidaknya ASN yang melakukan pelanggaran berkegiatan politik di media sosial.

"Terkait wacana ini, saya sebenarnya kurang setuju. Yang terpenting adalah bagaimana ASN menjaga sikap masing-masing dan berhati-hati," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ravik juga memperingatkan ASN agar tidak berkecimpung dalam partai serta berpolitik. Jika ingin berpartai, maka ASN harus keluar dari posisinya terlebih dahulu.

Sebelum melakukan pertemuan dengan sivitas akademika, Rektor UNS sempat melakukan inspeksi mendadak (sidak). Sidak dilakukan guna memastikan kehadiran ASN di hari pertama masuk kerja setelah libur panjang lebaran.

"Saya sudah keliling, Alhamdulillahsemuanya masuk. Dan sudah kami laporkan ke pusat siang tadi," pungkas Ravik.

Lihat Video:

 



(CEU)