Foto:  Dokumentasi FBSI
Foto: Dokumentasi FBSI

'LawFest 2019' Atma Jaya Diisi Kompetisi Street Dance Dunia

Pendidikan beasiswa osc
Citra Larasati • 20 Mei 2019 21:27
Jakarta: Universitas Katolik (Unika) Atma Jaya Jakarta menjadi kampus pertama di Indonesia yang menggelar kualifikasi kejuaraan Street Dance. Kejuaraan ini diselenggarakan bersamaan dengan Festival Tahunan Mahasiswa Hukum Atma Jaya Jakarta "LawFest 2019" yang digelar hingga 24 Mei 2019.
 
Federasi Breaking Seluruh Indonesia (FBSI) kembali menggelar kualifikasi kejuaraan dunia "Respect Culture Series 2019-Road to Taiwan." Kejuaraan ini membuka dua kategori kompetisi, yakni "1v1 Breaking" dan "2v2 Openstyle" sebagai laga pembuka di "LawFest 2019".
 
”Jika dibandingkan kompetisi street dance sebelumnya, biasanya hanya pernah membuat kualifikasi di tingkat asia atau regional saja, berkat bantuan dari FBSI kita mampu mengirimkan perwakilan Indonesia langsung ke tingkat Dunia," jelas Rinaldi Dharma Utama Ketua Panitia LawFest Atma Jaya 2019 dalam siaran persnya di Jakarta, Senin, 20 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya organisasi yang akrab disebut FBSI ini juga telah aktif mensosialisasikan Olahraga Breaking yang telah menjadi Olahraga Prestasi. Kemudian Breaking yang sebelumnya lebih dikenal dengan nama Breakdance,yaitu sebutan yang dibuat oleh media untuk tujuan komersil akan segera dipertandingkan di kompetisi tingkat dunia seperti Olimpiade.
 
“Dengan dipertandingkannya Breaking di Youth Olympic Games, Desember 2018 lalu. Menjadikannya milestone sejarah babak baru bagi dunia Breaking," kata Ketua Umum FBSI, Ardiyansyah Djafar.
 
Baca:Tiga Profesi Menjanjikan untuk Milenial di Era 4.0
 
Menurut Ardiyansyah, Breaking memanglah bukan sepenuhnya sebuah olahraga. Breaking merupakan bagian tidak terpisahkan dari sub-culture HipHop. Tapi tentu ada beberapa aspek kompetitif yang menjadikan Breaking dapat dipertandingkan di Olimpiade.
 
"Marilah kita bersatu gunakan momentum ini untuk mempromosikan Breaking, HipHop dan Indonesia," seru Ardiyansyah.
 
Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Alwin Giovanno, dan Muhammad Farhan Putrantoyang jugapemenang kategori Breaking 1v1 berhak mewakili Indonesia di ajang bergengsi tersebut. Alwin Giovanno yang secara ketat melawan Farhan di Final tenyata juga lolos mewakili Indonesia dalam kompetisi WDSF World Breaking Championship, China, 23 Juni Mendatang.
 
“Menang kalah adalah hal biasa, yang terpenting kita selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik untuk bisa mengharumkan nama Indonesia," tutup Alwin.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif