Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Laksana Tri Handoko. Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan.
Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Laksana Tri Handoko. Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan.

Prosedur Pengajuan Profesor Riset Cukup Dua Bulan Saja

Pendidikan Riset dan Penelitian
Muhammad Syahrul Ramadhan • 20 Agustus 2019 18:59
Jakarta:Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Laksana Tri Handoko mendorong peneliti ahli utama agar segera melakukan orasi ilmiah untuk mendapatkan gelar profesor riset. Saat ini sebanyak 68 peneliti LIPI telah memenuhi kualifikasi, yakni sudah S3 dan menjadi Peneliti Ahli Utama.
 
Handoko mengatakan, dari 130 Profesor Riset yang ada, hanya separuhnya saja yang aktif. "Jadi jumlahnya 130-an tadi ya, tetapi yang masih aktif jumlahnya tidak sampai 60. Jadi bagaimana kita bisa menanggulangi masalah ini? Yang utama tentu dari supply-nya," kata Handoko kepada wartawan di Audiotorium LIPI, Jakarta Selatan, Selasa, 20 Agustus 2019.
 
Guna mewujudkan hal tersebut, ia mengaku telah melakukan debirokratisasi dalam pengukuhan Profesor Riset baru. Sekarang peneliti di LIPI bisa menjadi profesor riset dalam jangka waktu satu sampai dua bulan saja, dan prosesnya bisa dilakukan oleh peneliti dengan jenjang ahli utama.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Itu bisa dilakukan oleh semua peneliti jenjang Ahli Utama, tidak harus 4E lagi, jadi sama dengan profesor di perguruan tinggi. Itu yang kita harapkan bisa mempercepat," ujar penggagas Grup Fisikawan Teoritik Indonesia ini.
 
Baca:LIPI Kukuhkan Empat Profesor Riset
 
Pria kelahiran Malang ini mengatakan, regulasi tersebut sudah berlaku sejak September 2018 lalu. Ia pun menargetkan bisa menambah 60 profesor riset lagi dalam waktu dekat.
 
“Itu regulasi baru, kami ubah bulan september tahun lalu jadi kami harap waktu dekat nambah sampai 60-an. Target saya 60-an di LIPI. 68 peneliti utama yang sudah punya kualifikasi tapi belum (Orasi ilmiah),” jelasnya.
 
Hari ini LIPI kembali mengukuhkan empat profesor riset. Sebanyak empat peneliti ahli utama yang dikukuhkan menjadi profesor riset, yaitu Nina Artanti, Jamilah, Anny Sulaswatty, dan Ignasius Dwi Atmana, mereka semua dari rumpun ilmu yang sama yakni kimia.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif