Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Aptikom se-Indonesia di Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 24 Oktober 2019. Foto: Medcom.id/Mustholih
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Aptikom se-Indonesia di Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 24 Oktober 2019. Foto: Medcom.id/Mustholih

Pendidikan Harus Seperti Gojek, Bukan Ojek Pangkalan

Pendidikan Kabinet Jokowi-Maruf Pendidikan Tinggi
Mustholih • 24 Oktober 2019 19:21
Semarang: Dunia pendidikan tinggi menaruh harapan besar pada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim untuk membawa dunia pendidikan berlari lebih kencang di era revolusi industri 4.0. Salah satunya dengan mengoptimalkan transformasi kampus konvensional menuju perkuliahan daring berbasis teknologi.
 
Rektor Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Edi Noersasongko, menambahkan dunia pendidikan nasional memang perlu dibawa seperti Gojek. Di bawah kepemimpinan Nadiem, kata Edi, Gojek mampu menjaring satu juta armada dari Sabang sampai Merauke hanya dalam tempo lima tahun.
 
"Perguruan Tinggi harus sadar mau enggak dibawa lari sekencang itu. Tentu ada syarat, yaitu pendidikan online. Kalau enggak lari kencang ya, pendidikan kita jadinya kayak ojek pengkolan. Akan tersingkir," jelas Edidi sela-sela Rapat Koordinasi Nasional Aptikom se-Indonesia di Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 24 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Edi mengklaim universitasnya sedang bertransformasi sebagai kampus siber. Dia mengatakan Udinus siap apabila Nadiem menerapkan kebijakan pendidikan online di kampus se-Indonesia.
 
"Di Udinus terdapat lebih dari 1.000 komputer telah terkoneksi dan terbagi menjadi berbagai laboratorium riset ilmiah dengan total bandwidth mencapai 1 GB," tegas Edi.
 
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, membuka rapat tersebut. Ganjar menawarkan provinsinya menjadi kelinci percobaan dalam pengembangan teknologi informasi.
 
Ganjar meminta ahli TI (Teknologi Informasi) di Aptikom untuk mengembangkan aplikasi yang membantu Jateng dalam membuat kebijakan politik. "Soal pendidikan, mari kita petakan berapa anak kita yang hari ini tidak sekolah. Kalau dia harus sekolah dan negara harus terlibat maka basis data harus dipakai sebagai alat ukur. Teknologi informasi saya kira cukup gampang melacak dan mencatat. Kita dorong itu," terang Ganjar.
 
Sebelumnya,Asosiasi Pendidikan Tinggi dan Informatika Komputer (Aptikom) se-Indonesia mendorong Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim agar mempraktikkan metode pendidikan online di Tanah Air. Tidak hanya itu, kurikulum pendidikan nasional juga perlu ditata ulang untuk menyambut revolusi industri 4.0 di Indonesia.
 
Rakornas Aptikom diselenggarakan di Semarang, Jawa Tengah. Lebih dari 300 perguruan tinggi se-Indonesia hadir dalam rapat yang diselenggarakan oleh Kampus Udinus.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif