Rektor Untar, Agustinus Purna Irawan (kanan) dan Dirjen Belmawa Kemenristekdikti, Ismunandar.  Foto: Untar/Humas
Rektor Untar, Agustinus Purna Irawan (kanan) dan Dirjen Belmawa Kemenristekdikti, Ismunandar. Foto: Untar/Humas

Nadiem Tetap Perlu Dibimbing

Pendidikan Kabinet Jokowi-Maruf
Citra Larasati • 28 Oktober 2019 19:18
Jakarta: Kemampuan pemuda yang lebih menguasai teknologi dan mengerti masa depan dibandingkan dengan kalangan usia yang bukan milenial memang tidak perlu diragukan lagi. Namun dalam konteks sebuah kepemimpinan, tetap diperlukan nilai-nilai lain yang tak kalah pentingnya untuk dimiliki seorang pemimpin.
 
Rektor Universitas Tarumanagara (Untar), Agustinus Purna Irawan mengatakan, dirinya sangat mendukung kehadiran pemuda yang kini semakin banyak menduduki posisi strategis termasuk pemimpin pada sebuah sebuah lembaga dan institusi berbagai bidang. Menurut Agustinus, saat ini memang sudah waktunya pemuda menjadi pemimpin.
 
"Waktu bagi pemuda untuk menjadi pemimpin yang hebat itu sudah dekat," kata Agustinus ditemui usai Upcara Peringatan Hari Sumpah Pemuda, di Kampus Untar, Jakarta Barat, Senin, 28 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pernyataan ini disampaikan Agustinus, saat dimintai pendapat tentang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang kini dipimpin oleh sosok pengusaha muda, pendiri Gojek, Nadiem Makarim.
 
Agustinus mengatakan mendukung, bahkan merasa bangga, bahwa ada sosok muda seperti Nadiem yang dipercaya menjadi Nakhoda di Kementerian yang sebelumnya dipimpin Muhadjir Effendy itu. Meski begitu, ia menyarankan agar kepemimpinan Nadiem tetap dikombinasikan dengan kehadiran para senior bidang pendidikan di sekelilingnya.
 
"Saya optimistis anak muda bisa tampil, tapi akan lebih baik jika dikombinasikan dengan para senior. Tetap perlu pendampingan," terangnya.
 
Anak muda, lanjut Agustinus, tidak perlu diragukan lagi penguasaanya terhadap teknologi dan masa depan. Seperti yang pernah disampaikan Nadiem beberapa waktu lalu, bahwa meski tak berlatar belakang dunia pendidikan, namun ia optimistis mengerti masa depan.
 
"Anak muda memang lebih advance dalam teknologi, tapi ada kalanya kebijaksanaan dan nilai-nilai tertentu ditambah dengan asam garam pengalaman itu dimiliki orang yang lebih tua," katanya.
 
Untuk itu Agustinus memberi masukan agar di tim Mendikbud nanti, Nadiem perlu melibatkan banyak tokoh-tokoh senior pendidikan untuk membantunya menghadapi rumitnya persoalan pendidikan di Indonesia. "Pesan saya hanya dua, agar Mas Nadiem memberikan perhatian pada administrasi pembelajaran dan masalah kualitas pendidikan. Tim Mas Nadiem baiknya melibatkan pakar-pakar pendidikan senior," imbau Agustinus.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif