Ilustrasi.  Foto:  MI/Gino Hadi
Ilustrasi. Foto: MI/Gino Hadi

Tak Hanya Kurikulum, Pelatihan Guru Juga Perlu Dievaluasi

Pendidikan Kurikulum Pendidikan
Citra Larasati • 05 November 2019 13:29
Jakarta: Rencana pemerintah untuk mengevaluasi pelaksanaan kurikulum 2013 dinilai sudah tepat. Idealnya setiap kebijakan memang harus dievalusi secara mendalam untuk mengetahui apakah perlu diperbaiki atau direvisi secara besar-besaran.
 
Namun menurut Peneliti Center for IndonesianPolicy Studies (CIPS), Nadia Fairuza, rencana evaluasi kurikulum 2013 tidak akan lengkap tanpa diikuti evaluasi terhadap sistem pelatihan guru. Nadia mengatakan, kurikulum 2013 mengedepankan integrasi pembangunan karakter, kompentensi dan nasionalisme.
 
Dalam rentang waktu lima tahun, memang perlu dilakukan evaluasi apakah kurikulum 2013 sukses berkontribusi dalam pembangunan karakter peserta didik di sekolah. Akan tetapi, hal yang sama pentingnya adalah mengetahui apakah kurikulum 2013 berhasil meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia atau tidak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jika tidak, maka sewajarnya kurikulum 2013 harus dievaluasi. “Penerapan kurikulum 2013 perlu diikuti adanya tolok ukur, apakah kurikulum ini berhasil menanamkan pendidikan karakter yang diinginkan pemerintah," terang Nadia.
 
Tanpa tolok ukur yang jelas, pendidikan nasional dikhawatirkan tidak akan mampu bersaing dengan perkembangan yang dibutuhkan zaman. Tidak hanya berkarakter, siswa kini juga diharapkan bisa mengekspresikan dirinya lewat bidang-bidang yang menjadi kelebihannya dan selaras dengan kebutuhan industri ke depannya.
 
Salah satu permasalahan dalam penerapan kurikulum 2013 adalah metode pengajaran guru-guru yang kebanyakan tidak berubah dari tahun ke tahun, jauh sebelum kurikulum ini diimplementasikan. Guru-guru jarang menggunakan cara-cara yang kreatif dalam mengajar seperti yang disarankan kurikulum 2013.
 
Memang tidak dapat dihindarkan, bahwa perubahan kurikulum merupakan sebuah tantangan bagi seorang guru. Metode pembelajaran yang selama ini sudah diimplementasikan tiba-tiba harus diubah secara drastis, seiring berubahnya kurikulum pendidikan yang diatur pemerintah.
 
Tidak berubahnya cara mengajar guru setelah implementasi kurikulum 2013 tentu memengaruhi penyampaian pelajaran dari guru ke siswa. Tidak melulu menyalahkan performa guru, ada baiknya pemerintah juga mengevalusi sistem pelatihan dan mekanisme supervisi guru dalam evaluasi kurikulum 2013 ini.
 
Selain itu, pemerintah juga harus menyesuaikan kurikulum 2013 agar sesuai dengan standar internasional seperti PISA (Programme for International Student Assessment) dan TIMSS (Trends in International Mathematics and Science Study) untuk bisa mengikuti standar negara-negara di dunia.
 
Khusus untuk PISA, pengumuman hasil ujian PISA tahun 2018 akan diumumkan pada Desember 2019. Hasil ini dapat menjadi salah satu tolok ukur, apakah kurikulum 2013 berhasil meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia atau tidak.
 
"Hal ini dapat menjadi pertimbangan apakah kurikulum 2013 pantas diteruskan atau tidak," terang Nadia.
 
Sebagai acuan, Indonesia berada di peringkat 64 dari 72 negara pada tahun 2015. Capaian ini sesungguhnya lebih baik dari tahun 2012, kala itu Indonesia berada di peringkat 71 dari 72 negara. Meskipun begitu, capaian Indonesia tersebut masih berada di bawah negara-negara tetangga seperti Singapura dan Vietnam.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif