MI/Ferdinand.
MI/Ferdinand.

UNS Kukuhkan Dua Guru Besar Kedokteran

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Ferdinand • 11 Desember 2018 12:21
Surakarta: Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Jawa Tengah, mengukuhkan dua guru besar baru untuk fakultas kedokteran. Mereka ialah Prof. Dr. Endang Sutisna Sulaeman, dr. M.Kes dan Prof. Dr. Sri Sulistyowati, dr, Sp.OG (K). Prosesi pengukuhan dipimpin oleh Rektor UNS, Ravik Karsidi dalam sidang senat terbuka yang dilangsungkan di auditorium kampus tersebut, Selasa, 11 Desember 2018.
 
Endang Sutisna yang banyak menaruh perhatian pada bidang kesehatan masyarakat dalam pidato pengukuhannya mengkritisi persoalan ketidakadilan kesehatan. Menurutnya, ditinjau dari sisi kuantitas dan kualitas layanan kesehatan yang ada saat ini sudah lebih baik. Hanya saja, belum berkeadilan.
 
Endang mengatakan, keadilan yang ia maksudkan menyangkut tiga hal. Yaitu, kemudahan akses, pemerataan layanan, dan perolehan fasilitas kesehatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Akar ketidakadilan kesehatan adalah ketimpangan struktural dan determinan sosial kesehatan. Ini yang harus dibenahi," katanya.
 
Sementara, Sri Sulistyowati yang menjadi guru besar di bidang ilmu obsteri dan ginekologi menyampaikan pidato pengukuhan Upaya Menurunkan Angka Kematian Ibu Yang Disebabkan Preeklampsia Dengan Model Disfungsi Endothel.
 
Sri Sulistyowati menjelaskan, preeklampsia secara klinis ditandai adanya hipertensi (tekanan darah Sistole ≥140 mmHg atau tekanan darah Diastole 90 mmHg dan proteinuria (≥ 300 mg/24 jam) setelah usia kehamilan 20 minggu.
 
Baca:UNS Buka Pendaftaran Rektor Baru
 
Preeklampsia masih merupakan penyumbang utama kesakitan dan kematian pada ibu maupun janin. Sri menyebutkan, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Moewardi Surakarta dari 30 kasus kematian ibu hamil pada 2012, 19 di antaranya dikarenakan preeklampsia.
 
Pada 2013 dari 21 kasus kematian ibu hamil, 12 di antaranya disebabkan preeklampsia. Sejak beberapa tahun terakhir, Sri konsentrasi pada upaya mencari penyebab pasti komplikasi kehamilan tersebut dengan model disfungsi endhotel pada tikus.
 
Ia mengatakan, pada hewan coba model disfungsi endhotel terdapat kondisi yang sesuai dengan kondisi ibu hamil preeklampsia, yaitu pada trofoblas. Model ini telah direkomendasikan menjadi masukan bagi peneliti untuk menemukan hal yang berkaitan dengan preeklampsia. Baik untuk mengetahui penyebab maupun terapi sebagai upaya menurunkan angka kematian ibu hamil.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif