Ilustrasi TKA. Foto: BKHM
Ilustrasi TKA. Foto: BKHM

Persiapan TKA SMA 2026: Contoh Soal Geografi Lengkap Kunci Jawabannya

Bramcov Stivens Situmeang • 15 Oktober 2026 13:43
Ringkasnya gini..
  • Kemendikdasmen menyediakan 10 contoh soal TKA Geografi SMA/sederajat sebagai bahan latihan mandiri siswa.
  • Soal menguji analisis dinamika kependudukan, konsep geografi, SIG, hingga mitigasi bencana di berbagai wilayah.
  • Pelaksanaan utama TKA SMA/sederajat 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.
Jakarta: Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA/sederajat 2026 sudah di depan mata. Peserta perlu banyak berlatih agar terbiasa dengan model soal, termasuk pada mata pelajaran pilihan Geografi.

Geografi menjadi salah satu mata pelajaran pilihan yang bisa diambil peserta dalam TKA. Dengan rutin berlatih, peserta dapat mengenali pola pertanyaan sekaligus mengasah kemampuan menganalisis fenomena keruangan.

Sebelum masuk ke contoh soalnya, yuk kenalan dulu dengan TKA. Ulasan ini dilansir dari laman pusmendik.kemendikdasmen.go.id dan wayground.com.

Apa Itu TKA?

Tes Kemampuan Akademik (TKA) adalah asesmen yang digunakan untuk mengukur capaian akademik peserta secara terstandar. Dalam pelaksanaannya, peserta mengerjakan soal yang dirancang untuk menguji pemahaman dan kemampuan akademik sesuai mata pelajaran yang diikuti.

Setelah mengenal TKA, saatnya menguji kemampuan lewat contoh soal berikut. Simak 10 contoh soal TKA Geografi untuk SMA/sederajat.
 
Ilustrasi Guru dan Murid_ Foto BKHM Kemendikdasmen
Ilustrasi Guru dan Murid Foto: BKHM Kemendikdasmen

10 Contoh Soal TKA Geografi

1. Soal 1

Kota Y memiliki data kependudukan sebagai berikut:
(1) Angka kelahiran meningkat 2% per tahun.
(2) Angka kematian relatif rendah berkat fasilitas kesehatan.
(3) Sebaran penduduk tidak merata dan terkonsentrasi di pusat kota.
(4) Struktur penduduk didominasi usia produktif.
(5) Jumlah urbanisasi ke kota terus bertambah.

Berdasarkan informasi tersebut, yang termasuk komponen dinamika kependudukan adalah ....

A. (1), (2), dan (5)
B. (1), (3), dan (4)
C. (2), (3), dan (4)
D. (2), (4), dan (5)
E. (3), (4), dan (5)

2. Soal 2

Sebuah kawasan memiliki indikator berikut:

Topografi relatif datar dengan ketinggian kurang dari 200 mdpl.
Tanah aluvial dengan tingkat kesuburan tinggi.
Curah hujan cukup stabil sepanjang tahun.
Tersedia jaringan irigasi dari aliran sungai besar.

Berdasarkan indikator tersebut, faktor utama yang memengaruhi aktivitas manusia di kawasan itu adalah ....

A. Penyediaan lahan perkebunan tanaman keras untuk memenuhi kebutuhan ekspor komoditas tropis.
B. Pengembangan permukiman padat penduduk karena lahan subur di daerah lain terbatas.
C. Pembangunan industri berat karena dekat dengan sumber energi dan bahan tambang.
D. Pemanfaatan lahan sebagai areal persawahan karena tanah dan airnya sesuai.
E. Pemanfaatan kawasan sebagai pusat pariwisata karena keindahan bentang alam dataran rendah.

3. Soal 3

Wilayah pegunungan di Jawa Barat dikenal dengan perkebunan teh dan kopi, sedangkan dataran rendah di sekitarnya dimanfaatkan untuk persawahan padi. Kedua wilayah ini saling terhubung dalam hal penyediaan pangan, tenaga kerja, dan jalur distribusi hasil pertanian. Untuk memahami keterkaitan antarwilayah tersebut, pendekatan geografi yang paling tepat adalah ....

A. Pendekatan keruangan, karena hanya menelaah pola distribusi aktivitas di ruang tertentu.
B. Pendekatan ekologi, karena lebih menekankan hubungan manusia dengan lingkungan alamiah.
C. Pendekatan kompleks wilayah, karena menganalisis interaksi dan ketergantungan antara dua wilayah yang berbeda.
D. Pendekatan kompleks wilayah, karena hanya menggambarkan aktivitas pertanian tanpa menelaah hubungan antarwilayah.
E. Pendekatan keruangan, karena lebih menekankan perkembangan pertanian dari masa lalu hingga sekarang.

4. Soal 4

Sebuah citra satelit memperlihatkan sungai besar yang membelah kawasan permukiman padat. Saat musim hujan, daerah di sekitar sungai kerap tergenang banjir, sedangkan pada musim kemarau debit air sungai menurun drastis. Konsep geografi yang paling tepat untuk menganalisis fenomena tersebut adalah ....

A. Konsep lokasi, karena menekankan letak permukiman di sepanjang sungai.
B. Konsep jarak, karena menyoroti jauh-dekatnya sungai dari area permukiman.
C. Konsep interaksi/interdependensi, karena banjir terjadi akibat hubungan timbal balik antara sungai dan permukiman.
D. Konsep morfologi, karena menelaah bentuk permukaan lahan yang dialiri sungai.
E. Konsep diferensiasi area, karena membandingkan wilayah yang banjir dengan wilayah lain yang tidak tergenang.

5. Soal 5

Informasi spasial dua wilayah:

Wilayah A: topografi curam, suhu sejuk, tanah relatif subur, berpotensi untuk perkebunan dan wisata alam, tetapi rawan longsor.
Wilayah B: lahan luas, tanah subur, kepadatan penduduk tinggi, berpotensi untuk pertanian pangan, permukiman, dan industri ringan.

Berdasarkan informasi tersebut, pengembangan wilayah yang kurang tepat adalah ....

A. Mengembangkan perkebunan teh dan kopi di Wilayah A serta meningkatkan produktivitas padi di Wilayah B.
B. Mengoptimalkan ekowisata di Wilayah A serta mengembangkan agroindustri di Wilayah B.
C. Membangun kawasan industri berat di Wilayah A serta menjadikan Wilayah B pusat pertanian pangan.
D. Menjadikan Wilayah A destinasi wisata pegunungan serta mengembangkan sektor jasa di Wilayah B.
E. Mengembangkan hutan lindung di Wilayah A serta membangun pusat logistik di Wilayah B.
 

6. Soal 6

Desa-desa di kawasan pegunungan rawan gempa sering mengalami longsor saat terjadi guncangan. Permukiman tersebar di lereng bukit, akses jalan terbatas, dan warga menggantungkan hidup dari pertanian. Cara adaptasi masyarakat yang paling tepat untuk menghadapi kondisi tersebut adalah ....

A. Memperkuat lereng dengan vegetasi, membuat jalur evakuasi, dan membangun rumah sederhana tahan gempa.
B. Mengosongkan seluruh wilayah perdesaan agar warga pindah ke kota besar yang lebih aman.
C. Membiarkan pola permukiman tetap di lereng karena sudah menjadi tradisi turun-temurun.
D. Membangun bendungan besar di lereng pegunungan untuk menahan getaran gempa bumi.
E. Mengurangi aktivitas pertanian secara drastis agar risiko bencana berkurang, meski kesejahteraan menurun.

7. Soal 7

Strategi adaptasi apa yang dapat dilakukan untuk mengurangi kerugian akibat gempa bumi di masa depan?

A. Membangun gedung tahan gempa
B. Mengabaikan peringatan dini
C. Meningkatkan kepadatan penduduk di daerah rawan
D. Mengurangi pelatihan evakuasi

8. Soal 8

Wilayah pesisir selatan Jawa kerap terdampak gempa bumi dan tsunami. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memakai Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk memetakan jalur evakuasi, lokasi pengungsian, sebaran penduduk, dan potensi bahaya berdasarkan elevasi serta jarak dari garis pantai. Data tersebut digunakan untuk membuat simulasi evakuasi dan menentukan titik aman bagi masyarakat. Manfaat SIG dalam kasus ini adalah ....

A. Menentukan rute evakuasi tercepat ke dataran tinggi dan lokasi pengungsian yang aman berdasarkan analisis spasial.
B. Menyediakan data gempa bumi global tanpa menyesuaikan kondisi lokal wilayah pesisir.
C. Menghitung jumlah penduduk secara manual lewat wawancara langsung ke rumah warga.
D. Menyusun poster edukasi bencana tanpa memanfaatkan peta spasial yang akurat.
E. Memprediksi cuaca harian tanpa kaitan dengan peta kerentanan bencana.

9. Soal 9

Kabupaten Ende di Nusa Tenggara Timur memiliki keindahan alam dan keragaman budaya yang menjadi daya tarik wisata. Meski begitu, dinamika kependudukan menjadi tantangan pembangunan. Data 2024 mencatat jumlah penduduk laki-laki 137.500 jiwa dan perempuan 145.000 jiwa. Sex ratio digunakan untuk membandingkan jumlah penduduk laki-laki dengan perempuan. Angka di bawah 100 menunjukkan jumlah perempuan lebih banyak daripada laki-laki.

Hitunglah sex ratio Kabupaten Ende tahun 2024, lalu pilih jawaban yang paling tepat tentang arti dan implikasinya adalah

A. 95,0, jumlah perempuan sedikit lebih banyak sehingga perlu kebijakan pemberdayaan perempuan agar berperan dalam ekonomi lokal.
B. 95,0, selisih jumlah laki-laki dan perempuan tidak besar sehingga dampak sosialnya relatif kecil, tetapi tetap perlu strategi pembangunan responsif gender.
C. 92,0, jumlah perempuan jauh lebih banyak sehingga kebutuhan program kesehatan ibu-anak dan layanan sosial berbasis keluarga bisa meningkat.
D. 92,0, ketimpangan gender cukup besar sehingga berisiko memicu migrasi masuk laki-laki untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja.
E. 100,0, jumlah laki-laki dan perempuan seimbang sehingga kondisinya ideal untuk pembangunan berbasis gender yang lebih merata.

10. Soal 10

Pengelolaan lahan rawan longsor berbasis masyarakat yang paling efektif dan efisien adalah

A. Pembuatan teras untuk bidang olah
B. Ditanami pohon bernilai ekonomi
C. Dibuatkan saluran pembuang air
D. Tanah dikeruk agar menjadi stabil
E. Pembuatan struktur penguat tebing

Kunci Jawaban

  1. A
  2. D
  3. C
  4. C
  5. C
  6. A
  7. A
  8. A
  9. B
  10. B

Selain berlatih soal, peserta perlu mengetahui jadwal pelaksanaannya. Berikut rangkaian jadwal TKA SMA/sederajat 2026:

Jadwal Pelaksanaan TKA

  1. Pendaftaran: 27 Juli-27 September 2026
  2. Simulasi: 21-27 September 2026
  3. Gladi Bersih: 5-18 Oktober 2026
  4. Pelaksanaan Utama: 26 Oktober-8 November 2026
  5. Pelaksanaan Susulan: 16-29 November 2026
  6. Pengumuman Hasil: 23 Desember 2026
Itulah 10 contoh soal TKA Geografi yang dapat dijadikan referensi belajar. Semoga bermanfaat ya, Sobat Medcom!

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan