Di tingkat nasional, Fakultas Hukum UGM berada di peringkat 2 setelah Universitas Indonesia di peringkat 96 dunia dan Universitas Airlangga di peringkat ketiga (151-200 dunia).
Wakil Dekan Fakultas Hukum UGM, Heribertus Jaka Triyana, menyebut prestasi ini merupakan bagian dari proses yang menjadi komitmen. Khususnya, dalam meningkatkan kualitas Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.
Jaka mengatakan peringkat yang diraih Fakultas Hukum bukan tujuan utama. Tetapi menjadi komitmen yang terus ditingkatkan, difasilitasi, dan dikomunikasikan dengan seluruh civitas Fakultas Hukum UGM.
Dia menuturkan indikator keberhasilan Fakultas Hukum tersebut terdapat dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat yang mencakup publikasi internasional dan nasional di jurnal internasional bereputasi. Hal ini menjadi suatu pencapaian Fakultas Hukum UGM dari tahun ke tahun, terutama dari publikasi dosen yang meningkat sebesar 10-15 persen.
“Nah, kami saat sekarang sedang mencoba mengejar sitasi dari publikasi di jurnal internasional bereputasi menjadi sebuah indikator yang ini dari tahun ke tahun akan semakin meningkat,” ujar Jaka dikutip dari laman ugm.ac.id, Rabu, 15 April 2026.
Dia menyebut Fakultas Hukum UGM terus berupaya meningkatkan kualitas sistem sitasi dalam konteks indeks. Caranya, melakukan studi banding ke universitas yang lebih maju lalu menerapkannya dalam melakukan perbaikan.
Selain itu, kontribusi dosen untuk ikut di konferensi-konferensi internasional semakin didorong, meskipun terdapat tantangan dalam soal pengetatan anggaran. Untuk menjawab tantangan tersebut, upaya yang dilakukan oleh Fakultas Hukum UGM dengan menggalakkan kerja sama bilateral ataupun multilateral dengan pihak-pihak mitra.
Sementara itu, melalui pembuatan kerja sama dengan institusi di luar negeri, minimal memberi dampak bagi reputasi akademik, riset, publikasi dan reputasi alumni. “Model-model kerja sama yang dikembangkan itu diharapkan memberikan dampak baik langsung maupun tidak langsung untuk meningkatkan citra branding dari institusi,” papar Jaka.
Dia mengatakan kedatangan tokoh-tokoh akademik dalam dan luar negeri juga semakin meningkatkan. Apalagi, fakultas memiliki delapan pusat kajian yang bisa berkolaborasi dalam project hingga publikasi riset.
“Saya kira potensi ini bisa menjadi kekuatan yang semakin baik kedepannya,” jelas dia.
Jaka mengaskan Fakultas Hukum UGM akan trus mendorong jumlah dosen tamu, partisipasi mahasiswa dalam lomba-lomba internasional, serta memperkuat realisasi kerja sama internasional yang diharapkan selalu meningkat dari sisi kuantitas dan kualitas.
“Ke depan tantangannya semakin berat. Tetapi komitmen kami untuk bergerak lebih baik lagi,” ujar Jaka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News