Kompleks Monumen Pancasila Sakti berada di kawasan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur juga mencatat Monumen Pancasila Sakti sebagai salah satu potensi wisata yang berada di Kelurahan Lubang Buaya.
Tempat ini dapat menjadi ruang pembelajaran sejarah untuk mengenal peristiwa G30S melalui museum, diorama, bangunan bersejarah, serta berbagai koleksi yang berada di dalam kompleks.
Melansir dari laman Pusat Sejarah TNI, yuk Sobat Medcom simak lebih lanjut informasinya!
Kawasan Lubang Buaya
Kawasan yang berada di Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, ini dikenal luas karena keterkaitannya dengan peristiwa G30S 1965 dan menjadi lokasi ditemukannya jenazah tujuh Pahlawan Revolusi.
Kawasan Lubang Buaya menjadi salah satu tempat yang dapat dikunjungi untuk mengenal sejarah Indonesia secara langsung. Di dalamnya terdapat berbagai situs dan bangunan bersejarah, museum, diorama, serta koleksi yang berkaitan dengan peristiwa yang terjadi pada 1965.
Beberapa tempat dan benda bersejarah di Kawasan Lubang Buaya, di antaranya Sumur Tempat Ditemukannya Jenazah, Museum Pengkhianatan PKI, Museum Monumen Pancasila Sakti, Rumah-Rumah Bersejarah (rumah penyiksaan, rumah pos komando, dan dapur umum), Koleksi Pakaian Pahlawan Revolusi, dan Kendaraan Bersejarah.
Harga Tiket Masuk dan Jam Buka
Informasi karcis adalah sebagai berikut:- Dewasa: Rp4.000 (perorangan) dan/atau Rp3.000 (rombongan)
- Anak-anak/Pelajar/Mahasiswa/Pramuka: Rp2.500 (perorangan) dan/atau Rp2.000 (rombongan)
Rute Menuju Kawasan Lubang Buaya
Kawasan Lubang Buaya berada di Jalan Raya Pondok Gede, Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Buat yang ingin berkunjung, berikut rutenya:Menggunakan kendaraan pribadi
Pengunjung dapat menuju kawasan Pondok Gede dan Lubang Buaya, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Jalan Raya Pondok Gede. Bagi rombongan sekolah, kendaraan bus dapat diarahkan langsung ke lokasi Monumen Pancasila Sakti sebagai tujuan navigasi.Menggunakan transportasi umum
Penggunaan transportasi umum, rute dapat disesuaikan dengan titik keberangkatan masing-masing mengecek jaringan transportasi umum yang tersedia pada hari keberangkatan dan menggunakan alamat resmi Monumen Pancasila Sakti sebagai tujuan akhir.Apa Saja yang Bisa Dipelajari Siswa?
Kunjungan ke Monumen Pancasila Sakti dapat diarahkan menjadi kegiatan belajar sejarah, di antaranya:1. Mempelajari kronologi melalui diorama
Salah satu koleksi utama di kompleks ini adalah diorama. Museum Monumen Pancasila Sakti memiliki sembilan diorama, mulai dari rapat persiapan pemberontakan hingga tindak lanjut pelarangan PKI oleh pemerintah.Diorama dapat digunakan untuk membantu siswa memahami bahwa suatu peristiwa sejarah memiliki rangkaian kejadian dan tidak berdiri sebagai satu peristiwa tunggal.
2. Mengenal tujuh Pahlawan Revolusi
Kompleks Monumen Pancasila Sakti juga menyimpan berbagai benda yang berkaitan dengan tujuh Pahlawan Revolusi, seperti pakaian asli milik tujuh Pahlawan Revolusi yang dipamerkan di ruang relik.Siswa dapat mengamati koleksi tersebut sambil mempelajari siapa saja tokoh yang menjadi bagian dari peristiwa 1965 dan bagaimana posisi mereka dalam sejarah Indonesia.
3. Mengamati rumah-rumah bersejarah
Di kompleks Monumen Pancasila Sakti terdapat tiga rumah bersejarah, yaitu rumah penyiksaan, rumah pos komando, dan dapur umum.4. Melihat Sumur Maut Lubang Buaya
Salah satu lokasi yang menjadi bagian penting dari kompleks adalah cungkup sumur tempat jenazah tujuh Pahlawan Revolusi ditemukan. Kunjungan ke lokasi ini dapat membantu siswa menghubungkan antara tempat, benda, dan peristiwa dalam pembelajaran sejarah.5. Mengenal kendaraan bersejarah
Kompleks ini juga memiliki sejumlah kendaraan yang menjadi bagian dari koleksi sejarah, antara lain Panser Saraceen, replika truk Dodge, Jeep Toyota Kanvas, kendaraan dinas Pangkostrad, serta sedan kendaraan dinas Men/Pangad Jenderal TNI Ahmad Yani.Bagi Sobat Medcom yang tertarik belajar sejarah, yuk berkunjung ke Lubang Buaya! (Adinda Kinanthi)