Mendikbud, Muhadjir Effendy. Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan.
Mendikbud, Muhadjir Effendy. Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan.

1,5 Juta Tablet akan Dibagikan ke Sekolah di Daerah 3T

Pendidikan Metode Pembelajaran
Muhammad Syahrul Ramadhan • 29 Agustus 2019 18:37
Jakarta: Sekolah yang berada di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) akan mendapatkan bantuan gawai berupa 1,5 juta tablet. Bantuan tablet ini merupakan bagian dari program digitalisasi sekolah, yang akan dimulai dari daerah 3T.
 
Nantinya sebanyak 1,5 juta tablet akan dibagikan ke sekolah-sekolah. Dengan menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Tahun ini disiapkan BOS afirmasi untuk sekolah di daerah 3T dan BOS kinerja, untuk sekolah yang kinerjanya apik.
 
"Bos afirmasi dan kinerja itu nanti akan kami gunakan untuk digitalisasi sekolah secara bertahap. Jumlahnya 1,5 juta tablet akan kami serahkan ke sekolah-sekolah yang mendapatkan BOS tambahan afirmasi dan kinerja, agar dapat memulai menggunakan virtual untuk sumber belajar seperti dianjurkan Bapak Presiden," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, di Gedung Museum Nasional, Jakarta, Kamis, 29 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nantinya, terang mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini, tablet tersebut akan dikoneksikan atau dihubungkan dan sinkronkan dengan portal Rumah Belajar yang dapat diakses secara gratis. Meski begitu tidak ada larangan untuk menggunakan portal-portal belajar lain yang berbayar.
 
"Jadi menggunakan salah satu sarana pembelajaran di sekolah itu digital, melalui digitalisasi sekolah itu" terangnya
 
Untuk kontennya, kata Muhadjir, sudah memadai. Sebab, portal Rumah Belajar ini sudah dipersiapkan selama dua tahun. Untuk koneksi internet, Muhadjir mengaku telah berkoordinasi dengan Menteri Komunikasi dan Informasi dala penyediaan jaringan. Mengingat, masih belum meratanya jaringan internet di wilayah 3T.
 
Hal tersebut sejalan dengan program Kominfo yang akan membangun jaringan nusantara. "Untuk meng-cover secara bertahap seluruh Indonesia dan kebetulan Pak Menkominfo memprioritaskan untuk sekolah dan puskesmas," jelasnya.
 
Pembangunan jaringan internet baru, nantinya akan diprioritaskan untuk sekolah jenjang SD. "Untuk SMP, SMA rata-rata sudah punya" ujar Muhadjir.
 
Pasokan listrik juga akan diperhatikan. Muhadjir menyebut dua opsi yang bisa digunakan. Yaitu menggunakan solar cell atau menggunakan genset.
 
Meski tidak bisa terhubung internet selama 24 jam, karena pasokan listrik yang terbatas tersebut. Konten-konten yang ada di portal rumah belajar tetap dapat diunduh, kemudian digunakan secara offline.
 
"Kami bicarakan dengan menteri ESDM bisa pakai solar cell atau terpaksa pakai Genset. Sehingga nanti mekanismenya tidak bisa 24 jam tetapi offline konten-konten diunduh jam sekian-sekian belajarnya bisa offline nggak online terus," terangnya.
 
Rencana pembagian satu 1,5 juta tablet ke daerah 3T akan dimulai pada Oktober 2019. "Ini tim kemendikbud mulai mendata sekolah-sekolah mana saja. Bertahap," kata Muhadjir.
 
Tahun depan ditargetkan sebanyak sepuluh juta tablet dapat dibagikan. Dananya nanti akan diambil dari dua dana BOS tersebut. "Tahun depan kami usahakan pakai skema dan yang diluar itu sehingga bisa lebih besar," tandasnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif